Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Ancaman perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, tawuran antarpelajar hingga kejahatan siber kini menjadi perhatian serius dunia pendidikan di Jawa Timur. Demi menyelamatkan generasi muda dari berbagai ancaman tersebut, Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur bersama Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) semakin memperkuat langkah kolaborasi melalui program Polisi Jogo Sekolah.

Program ini bukan sekadar kegiatan sosialisasi, melainkan gerakan bersama untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan terbebas dari berbagai perilaku menyimpang yang berpotensi menghancurkan masa depan peserta didik.

Melalui konsep sinergi tiga pilar yang melibatkan sekolah, keluarga, dan kepolisian, kedua instansi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam melindungi anak-anak dari berbagai ancaman, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Sosialisasi program tersebut dilaksanakan di SMAN 10 Surabaya, Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran bahwa persoalan keamanan dan perlindungan peserta didik bukan hanya tanggung jawab guru maupun pihak sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Kapolda Jatim Beri Pesan Tegas: Jangan Rusak Masa Depan karena Narkoba!

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono hadir secara langsung untuk memberikan arahan dan motivasi kepada para siswa.

Di hadapan peserta didik, Kapolda menekankan pentingnya membangun kedisiplinan yang lahir dari kesadaran pribadi. Menurutnya, kedisiplinan tidak seharusnya muncul hanya karena adanya pengawasan dari guru, orang tua, maupun aparat kepolisian, tetapi harus menjadi bagian dari karakter setiap pelajar.

Ia juga mengingatkan bahwa masa remaja merupakan fase penting dalam menentukan arah kehidupan. Karena itu, para siswa harus mampu memilih pergaulan yang positif dan tidak mudah terpengaruh lingkungan yang dapat menjerumuskan mereka ke dalam tindakan negatif.

Baca Juga:  Dari Pulau Dewata ke Kota Bahari, 12 Box Arak Bali Gagal Masuk Sampang, Satreskrim Sampang Amankan Sopir Travel 

Salah satu ancaman yang mendapat perhatian khusus adalah penyalahgunaan narkoba. Kapolda mengingatkan bahwa narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan pendidikan, hubungan keluarga, hingga masa depan seseorang.

“Jadilah pribadi yang disiplin, bukan hanya karena diawasi, tetapi karena kalian memiliki semangat untuk meraih masa depan. Jauhi narkoba. Jangan sampai masa depan kalian rusak karena hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri,” pesan Kapolda Jatim.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para pelajar agar tidak mempertaruhkan cita-cita dan masa depan hanya demi kesenangan sesaat.

Aries Agung Paewai: Sekolah Hebat Bukan Sekadar Cetak Siswa Berprestasi

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa menciptakan lingkungan pendidikan yang aman merupakan tanggung jawab bersama.

Menurut Aries, sekolah tidak bisa bekerja sendirian dalam menghadapi berbagai persoalan yang mengancam peserta didik. Peran keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama harus berjalan beriringan dengan pengawasan dan pembinaan dari pihak sekolah serta dukungan aparat kepolisian.

Ia menilai, keberhasilan dunia pendidikan tidak semestinya hanya diukur berdasarkan prestasi akademik, nilai rapor, maupun banyaknya penghargaan yang diraih siswa.

Lebih dari itu, sekolah harus mampu menjadi tempat yang memberikan rasa aman, menumbuhkan kepercayaan diri, menghargai perbedaan, serta melindungi setiap anak dari segala bentuk kekerasan dan intimidasi.

“Sekolah yang hebat bukan hanya sekolah yang mampu melahirkan murid berprestasi, tetapi juga sekolah yang membuat setiap anak merasa aman, dihargai, dan dilindungi. Jangan sampai kita hanya sibuk mempersiapkan anak-anak menjadi pintar, tetapi lupa memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman dan memiliki karakter yang baik,” tegas Aries.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pendidikan karakter harus mendapatkan perhatian yang sama pentingnya dengan peningkatan kualitas akademik.

Sebab, siswa yang cerdas tetapi tumbuh dalam lingkungan penuh tekanan, kekerasan, dan ancaman akan menghadapi hambatan dalam mengembangkan potensi dirinya.

Baca Juga:  Status Merapi Waspada, BBWS Bengawan Solo Persiapkan Diri

Polisi Jogo Sekolah, Polisi Bukan Sekadar Penegak Hukum tetapi Sahabat Pelajar

Program Polisi Jogo Sekolah menjadi salah satu langkah strategis Polda Jatim dalam mendekatkan institusi kepolisian dengan dunia pendidikan.

Melalui program ini, kepolisian tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran hukum atau gangguan keamanan, tetapi juga berperan aktif memberikan edukasi dan melakukan langkah pencegahan sejak dini.

Kehadiran polisi di lingkungan sekolah diharapkan mampu menciptakan hubungan yang lebih terbuka antara aparat kepolisian dan peserta didik.

Dengan pendekatan yang humanis, para siswa diharapkan tidak merasa takut untuk berkomunikasi dengan petugas apabila mengalami atau mengetahui adanya tindakan perundungan, ancaman kekerasan, penyalahgunaan narkoba, tawuran, maupun kejahatan melalui media digital.

Pendekatan tersebut juga menjadi bagian penting dalam membangun keberanian siswa untuk melaporkan persoalan yang mereka hadapi tanpa merasa terintimidasi.

Perundungan, misalnya, sering kali tidak terungkap karena korban takut mendapatkan tekanan atau mengalami perlakuan lebih buruk apabila berani berbicara.

Karena itu, keberadaan polisi sebagai mitra dan sahabat pelajar diharapkan dapat memperkuat sistem perlindungan sekaligus memberikan rasa aman bagi seluruh warga sekolah.

Di sisi lain, ancaman kejahatan siber juga tidak boleh dianggap remeh. Perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial yang semakin luas membuat pelajar membutuhkan pemahaman mengenai keamanan digital, etika berkomunikasi, serta risiko penyalahgunaan teknologi.

Siswa Berprestasi Mendapat Apresiasi, Kapolda Serahkan Helm dan Perlengkapan Sekolah

Tidak hanya menyampaikan edukasi mengenai keamanan dan pembentukan karakter, kegiatan di SMAN 10 Surabaya tersebut juga diwarnai dengan pemberian apresiasi kepada siswa berprestasi.

Kapolda Jatim menyerahkan hadiah berupa helm dan perlengkapan sekolah kepada sejumlah siswa sebagai bentuk perhatian dan motivasi agar para pelajar terus meningkatkan prestasi serta kedisiplinan.

Baca Juga:  Sinergi Spiritual: Pemkab Bangkalan dan IPARI Sepakati Langkah Strategis untuk Kehidupan Religius

Pemberian helm juga menjadi pesan penting mengenai kesadaran keselamatan berlalu lintas bagi kalangan pelajar.

Generasi muda diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga memahami pentingnya keselamatan dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah rangkaian sosialisasi dan pemberian penghargaan, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan layanan pemeriksaan kesehatan sederhana bagi warga sekolah.

Layanan tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap kondisi kesehatan lingkungan pendidikan, sehingga para siswa dan warga sekolah dapat memperoleh perhatian tidak hanya dari aspek keamanan, tetapi juga kesehatan.

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Selamatkan Generasi Muda

Kolaborasi Dindik Jatim dan Polda Jatim melalui Polisi Jogo Sekolah diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun budaya pendidikan yang aman dan berkarakter.

Sekolah memiliki tanggung jawab menciptakan suasana belajar yang nyaman, keluarga berperan memberikan pengawasan serta pendidikan moral di rumah, sedangkan kepolisian hadir memberikan perlindungan, edukasi, dan pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.

Ketiga unsur tersebut harus berjalan searah. Sebab, persoalan perundungan, narkoba, tawuran, maupun kejahatan siber tidak bisa diselesaikan hanya dengan memberikan hukuman setelah pelanggaran terjadi.

Pencegahan, pembinaan, komunikasi, serta keberanian untuk melaporkan setiap ancaman menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat.

Melalui penguatan sinergi tiga pilar tersebut, Dindik Jatim dan Polda Jatim berharap seluruh sekolah di Jawa Timur semakin mampu menghadirkan ruang belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.

Pesan utamanya jelas: setiap anak memiliki hak untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita tanpa harus dihantui rasa takut akibat perundungan, kekerasan, narkoba, maupun ancaman lainnya.

Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat membangun karakter dan menyiapkan masa depan generasi penerus bangsa. (*)