Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Upaya menekan angka pengangguran sekaligus menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing terus diperkuat Polda Jawa Timur. Melalui program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono turun langsung menyambangi Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Jawa Timur untuk melihat dari dekat proses peningkatan keterampilan calon tenaga kerja.

Kunjungan yang berlangsung di UPT Pelatihan Kerja Surabaya, Kamis (5/11/2026), tersebut menjadi bukti bahwa kepolisian tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga berupaya mengambil bagian dalam menjawab persoalan sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya masalah pengangguran.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Jatim didampingi Wakapolda Jatim Kombes Pol Feri Handoko Soenarso serta sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Jatim.

Kedatangan rombongan disambut dengan peninjauan langsung sejumlah fasilitas pelatihan, termasuk program pendidikan dan pelatihan calon satuan pengamanan (Satpam). Kapolda ingin memastikan bahwa proses pembekalan keterampilan yang diberikan kepada peserta benar-benar mampu menghasilkan tenaga kerja yang siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Poliran, Langkah Nyata Polisi Bantu Masyarakat Mendapatkan Pekerjaan

Di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif, keberadaan BLK dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Melalui pelatihan berbasis kompetensi, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga dibekali keterampilan praktis yang dapat menjadi modal untuk memasuki dunia kerja.

Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung bagaimana proses pelatihan dan pembinaan keterampilan yang selama ini berjalan di BLK.

Baca Juga:  Sindikat Curanmor Digulung Polres Jember: Tiga Residivis Diamankan, 23 Motor Hasil Curian Berhasil Disita

Menurutnya, program Polisi Peduli Pengangguran merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap persoalan masyarakat, terutama dalam membuka peluang bagi warga agar memiliki keterampilan dan kesempatan memperoleh pekerjaan.

“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana proses pelatihan yang dilaksanakan di BLK ini. Sebagaimana program Kapolri melalui Polisi Peduli Pengangguran, kami berharap kegiatan pelatihan seperti ini dapat membantu mengurangi angka pengangguran di Jawa Timur,” ujar Irjen Pol Dekananto.

Ia menegaskan, penanganan persoalan pengangguran membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga diperlukan kolaborasi dengan lembaga pelatihan, dunia usaha, industri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Karena itu, kehadiran Polri melalui program Poliran diharapkan dapat menjadi jembatan yang memperkuat hubungan antara masyarakat pencari kerja dengan lembaga yang memiliki kompetensi dalam menyiapkan tenaga kerja.

Dorong MoU Polda Jatim dan Disnaker, Pelatihan Harus Sesuai Kebutuhan Industri

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jatim juga menyoroti pentingnya memperkuat sinergi antara kepolisian dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Jawa Timur.

Saat ini, terdapat 16 Balai Latihan Kerja (BLK) di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang memiliki peran penting dalam mencetak tenaga kerja terampil.

Jumlah tersebut menjadi potensi besar untuk memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pelatihan dan meningkatkan kemampuan sesuai bidang pekerjaan yang dibutuhkan.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Kapolda mendorong adanya nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Polda Jatim dengan Disnaker Provinsi Jawa Timur.

Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti sebatas koordinasi kelembagaan, tetapi dapat diwujudkan melalui program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca Juga:  Polres Jember Masifkan Pelatihan Dalmas Untuk Kesiapan Pilkada Serentak 2024

“Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam mengidentifikasi jenis pelatihan yang dibutuhkan pasar kerja sekaligus mendukung proses rekrutmen calon tenaga kerja sesuai kompetensi yang diperlukan,” tuturnya.

Dengan adanya sinergi tersebut, program pelatihan di BLK diharapkan semakin terarah. Materi yang diberikan kepada peserta dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja sehingga lulusan pelatihan memiliki peluang lebih besar untuk terserap di dunia industri maupun sektor usaha lainnya.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya mempertemukan kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja berkualitas dengan masyarakat yang membutuhkan kesempatan bekerja.

Kapolda Beri Pesan Khusus kepada Peserta: Jangan Sia-siakan Kesempatan!

Tidak hanya melakukan peninjauan fasilitas pelatihan, Kapolda Jatim juga memberikan motivasi secara langsung kepada para peserta.

Di hadapan calon tenaga kerja, Irjen Pol Dekananto mengingatkan bahwa kesempatan mengikuti pelatihan merupakan modal berharga yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Menurutnya, persaingan mendapatkan pekerjaan saat ini semakin ketat. Setiap pencari kerja harus memiliki bekal kemampuan, kedisiplinan, integritas, serta kejujuran agar mampu bersaing dan mendapatkan kepercayaan dari perusahaan maupun calon pemberi kerja.

Kapolda meminta para peserta tidak sekadar mengikuti pelatihan untuk memenuhi kewajiban, tetapi benar-benar menyerap ilmu dan mengembangkan keterampilan yang diberikan instruktur.

“Adik-adik harus benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk menuntut ilmu dan mengembangkan kemampuan. Di luar sana banyak orang yang siap menjadi kompetitor. Karena itu, persiapkan diri sebaik mungkin agar memiliki kemampuan dan daya saing,” pesan Irjen Pol Dekananto.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan mendapatkan pekerjaan tidak hanya ditentukan oleh ijazah atau sertifikat pelatihan. Sikap profesional, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi juga menjadi faktor penting dalam membangun karier.

Baca Juga:  Ribuan Cyclist Serbu Mapolda Jatim! Bromo KOM XII Resmi Dibuka, Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Terlebih bagi calon tenaga kerja di bidang pengamanan, integritas dan kedisiplinan menjadi kualitas yang sangat dibutuhkan dalam menjalankan tugas.

Apresiasi Instruktur BLK, Harapkan Pelatihan Semakin Diperluas

Pada kesempatan itu, Kapolda Jatim turut memberikan apresiasi kepada jajaran Disnaker Provinsi Jawa Timur beserta seluruh instruktur yang selama ini telah bekerja keras memberikan pembinaan dan pelatihan kepada masyarakat.

Peran instruktur dinilai sangat penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga memahami etika, tanggung jawab, dan standar profesional dalam bekerja.

Kapolda berharap program pelatihan di BLK terus dikembangkan dan diperluas agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi.

Dengan semakin banyaknya warga yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja, peluang mendapatkan pekerjaan diharapkan semakin terbuka.

Program Poliran pun diharapkan menjadi salah satu bentuk kehadiran Polri yang memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat.

Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polda Jatim berupaya memperkuat peran kepolisian tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung terciptanya kehidupan sosial dan ekonomi yang lebih baik.

Kunjungan ke BLK Surabaya tersebut menjadi salah satu langkah untuk membangun kolaborasi lintas sektor dalam menyiapkan tenaga kerja berkualitas.

Harapannya, masyarakat Jawa Timur tidak hanya menjadi penonton di tengah ketatnya persaingan dunia kerja, tetapi mampu tampil sebagai tenaga kerja terampil, profesional, dan memiliki daya saing tinggi. (*)