Laporan: W Widodo

 SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Rumah milik Ahmadi yang terletak di RT 02/RW 01, Kelurahan Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jawa Tengah, mengalami kebakaran hebat pada Rabu (31/7/2024) sekitar pukul 07.20 WIB. Kebakaran ini disebabkan oleh tungku dapur yang tidak padam sepenuhnya, mengakibatkan bara api menyambar kayu kering dan memicu kebakaran yang menghanguskan rumah tersebut.

Menurut Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kota Salatiga, Joko Widodo, insiden ini bermula pada pukul 06.30 WIB ketika Ahmadi memasak menggunakan tungku kayu. Setelah memasak, Ahmadi memadamkan api di tungku dan pergi ke rumah sakit untuk merawat anaknya yang sedang sakit.

Baca Juga:  E-RTG Baru Segera Beroperasi di Terminal Nilam, KSOP Tanjung Perak Cek Kesiapan untuk Bongkar Muat Lebih Efisien

Kebakaran pertama kali diketahui oleh kerabat Ahmadi, Amanah, yang baru pulang dari berbelanja. “Saat tiba, Amanah menemukan rumah dalam kondisi terbakar karena posisi tungku yang berdekatan dengan tumpukan kayu kering. Api cepat menyebar dan membakar dapur serta bagian rumah lainnya,” jelas Joko.

Baca Juga:  Ribuan Jamaah Padati Manaqib di Sukorejo, Kapolres Pasuruan Ajak Jaga Ukhuwah dan Kamtibmas

Joko menambahkan, setelah melihat api yang membesar, Amanah segera menghubungi petugas Damkar Kota Salatiga. Petugas tiba di lokasi dalam waktu 10 menit dan mulai memadamkan api, meskipun lokasi kebakaran yang jauh dari jalan utama mengharuskan mereka menggunakan selang pemadam yang panjang serta pasokan air dari BPBD Kota Salatiga.

Baca Juga:  Laka Lantas Honda Vario Vs Honda CB di Simpang Tiga Blotongan, Tiga Korban Dilarikan ke RSUD Salatiga, Ini Jelasnya

Kebakaran berhasil dipadamkan setelah dua jam usaha keras dengan melibatkan tiga mobil pemadam kebakaran. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meskipun kerugian material masih dalam proses perhitungan.

“Pengalaman ini mengingatkan kita untuk lebih berhati-hati saat menggunakan tungku. Pastikan api benar-benar mati, terutama di bagian bawah yang seringkali masih menyala meski permukaan tampak padam,” imbau Joko. (*)