Laporan: W Widodo

SALATIGA | berita-global.com – Meningkatkan program pembinaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga menggandeng Mahasiswa magang dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) membuat terobosan berupa ‘Games’ yang diikuti puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kepala Rutan Salatiga Andri Lesmano mengatakan selain program kegiatan kerohanian dan keterampilan, untuk memperkuat kebersamaan, toleransi dan kesabaran, Rutan Salatiga bersama Mahasiswa Magang UKSW membuat terobosan aneka macam Games yang diikuti WBP.

Baca Juga:  Berbagi Berkah Ramadan: Satsamapta Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bagikan Takjil Gratis dengan Iringan Musik

“Kali ini sebuah terobosan hasil kolaborasi bersama Mahasiswa Magang, kami hadirkan Games sebagai bentuk edukasi untuk memperkuat kebersamaan, toleransi dan kesabaran antar WBP,” ucapnya. Selasa (28/02).

Andri berujar dipengujung bulan Februari ini sebagai bentuk penutup program pembinaan kami memberikan inovasi kegiatan diisi dengan permainan sebagai pembelajaran yang menghasilkan output yang positif.

Baca Juga:  Setetes Darah untuk Negeri: Kanwil Ditjenpas Jateng Gelar Aksi Kemanusiaan Warnai Hari Bakti Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-1

“Dipenghujung bulan ini, kami menghadirkan inovasi kegiatan sehingga mereka (WBP) tidak jenuh dengan mengadakan permainan sebagai media pembelajaran yang tentunya bermanfaat, bukan sekedar penghabisan waktu saja tetapi menghasilkan output yang positif,” jelasnya.

Sementara itu perwakilan mahasiswa magang UKSW Miracle Ratar menambahkan berbagai macam Games hari ini merupakan hasil perpaduan tim magang dengan petugas Rutan.

Baca Juga:  Presiden RI Joko Widodo, Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2018

“Berbagai macam Games yang diadakan antara lain Estafet Karet, Piramida Gelas hingga Balon Bergoyang bukan hanya permainan saja tetapi sebagai bentuk edukasi,” tambahnya.

“Dengan games ini selain mengajarkan kebersamaan, toleransi dan kesabaran seperti yang diungkapkan Kepala Rutan Salatiga, juga bermanfaatkan untuk mengasah kemampuan dan  suportifitas serta mengasah emosional WBP yang menghasilkan energi positif,” pungkasnya. (*)