CILACAP, Beritaglobal.net – Pasca jarang melaut lantaran angin besar dan ombak tinggi, kini nelayan Cilacap sedang menikmati panen udang rebon (udang berukuran kecil – red). Udang rebon ini biasanya digunakan sebagai bahan pembuat terasi.

Melihat banyaknya udang rebon yang dijemur di salah satu rumah warga di Tapangdengklok, Tegalkamulyan Babinsa pada Selasa, (04/08/2020) siang turut membantu menjemur agar cepat selesai dalam penjemuran. Ini merupakan bentuk kemanunggalan TNI bersama rakyat.

Baca Juga:  Menjaga Laut, Merajut Iman: Ditpolairud Polda Jatim Berbagi Berkah Ramadan

Ditemui saat membantu menjemur udang rebon, Babinsa Tegalkamulyan Koramil 01/Cilacap, Serda Isminanto menyatakan bahwa sudah dua hari ini para nelayan melaut, dan hasilnya lagi banyak udang jebung dan udang rebon.

“Cuaca saat ini sudah mulai mendukung, sehingga nelayan sudah kembali melaut dan mencari penghasilan, saat ini hasil terbanyak yang didapat nelayan Tegalkamulyan yakni udang rebon,” katanya, Selasa (04/08/2020).

Menurutnya, dalam sehari, jika nelayan bernasib baik, bisa mendapat 100 Kg bahkan 200 Kg udang rebon, namun kalau nasibnya sedang tidak baik paling hanya sekitar 30 Kg.

Baca Juga:  Plt. Bupati Sidoarjo Tinjau Rumah Tidak Layak Huni di Gisik Cemandi, Renovasi Sarirejo Segera Dimulai

“Untuk harga udang di bulan Agustus berkisar Rp 8.000,- per Kg, untuk udang yang kecil-kecil (rebon), sedangkan untuk udang yang sedang sekitar Rp 20.000,- perkilogram, namun harga akan lebih mahal ketika sudah menjadi rebon kering,” ungkapnya.

Baca Juga:  Denri Maulidzar Borong Tiga Emas Lewat Cabor Dayung Rowing di PON XXI Aceh Sumut

Biasanya, Lanjut Isminanto udang-udang ini dijual untuk dijadikan terasi atau dibuat ebi.

“Nelayan Tegalkamulyan mengaku saat ini lebih baik mencari udang rebon dibandingkan dengan ikan lainnya, karena memang hasilnya lumayan,” pungkasnya. (A.Ali)