Laporan: Fajrin Nirwan SS

KUPANG | SUARAGLOBAL.COM – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Nusa Tenggara Timur, Ketut Akbar Herry Achjar, melaksanakan audiensi sekaligus silaturahmi dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, pada Kamis (05/06/25). Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Gubernur NTT ini menjadi momen penting untuk memperkenalkan diri sekaligus memperkuat koordinasi antara Ditjenpas dan Pemerintah Provinsi.

Dalam pertemuan tersebut, Kakanwil Akbar didampingi sejumlah pejabat dari lingkungan Kanwil Ditjenpas NTT, yakni Kabag Tata Usaha dan Umum, Andri Lesmano, serta para pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan seperti Kepala LPKA Kelas I Kupang, Lukas Laksana Frans, Kepala Rutan Kelas IIB Kupang, Jumihar Bachtiar Sinurat, dan Kepala Bapas Kelas II Kupang, Maria Magdalena Nahak.

Baca Juga:  Polisi Masuk Kampung dan Wisata: Polres Batu Gencarkan Edukasi Layanan Darurat 110

Kakanwil Akbar menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi titik awal sinergi yang lebih erat antara pemasyarakatan dan pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya dukungan lintas sektor dalam menghadapi tantangan yang ada di lapas dan rutan, terutama dalam hal keterbatasan sumber daya dan meningkatnya jumlah penghuni akibat kasus tindak pidana asusila.

“Saat ini sebagian besar penghuni Lapas dan Rutan di NTT adalah pelaku tindak pidana asusila. Dukungan dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk menekan angka kejahatan ini, terutama yang melibatkan anak-anak,” ujar Akbar.

Baca Juga:  Aksi Heroik Damkar Salatiga: Selamatkan Dua Pekerja Tersengat Listrik di Ketinggian

Tak hanya itu, Kakanwil juga menyoroti pentingnya pemberdayaan warga binaan dalam bidang pertanian sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional. Menurutnya, hal ini sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang menjadi agenda prioritas nasional.

“Kami berharap pemerintah daerah mendukung program pembinaan berbasis pertanian. Ini tidak hanya berdampak pada kemandirian warga binaan, tetapi juga pada ketahanan pangan lokal,” tambahnya.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan komitmen penuh pemerintah provinsi dalam mendukung seluruh program dan kegiatan di lingkungan Kanwil Ditjenpas NTT. Ia menilai kolaborasi lintas lembaga sebagai kunci keberhasilan dalam meningkatkan kualitas layanan publik, termasuk dalam bidang hukum dan pemasyarakatan.

Baca Juga:  Gedung Juang 45 Sidoarjo Bak ‘Harta Karun’ Sejarah yang Mulai Lapuk, Wabup Mimik Siapkan Langkah Revitalisasi 

“Kami siap bersinergi dan memberikan dukungan terbaik untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan di lapas dan rutan,” tegas Gubernur Melki.

Audiensi ini menjadi awal dari penguatan koordinasi yang lebih konkret dan berkelanjutan antara Ditjenpas dan Pemprov NTT. Dengan semangat kolaboratif, diharapkan pelaksanaan tugas pemasyarakatan di wilayah NTT akan semakin efektif dan menyentuh aspek pembinaan yang lebih humanis dan produktif. (*)