Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SURAGLOBAL.COM – Suasana berbeda tampak di Kompleks GOR KONI Salatiga, Jawa Tengah, Minggu (7/6/2026). Jika biasanya yang terdengar adalah sorak penonton pertandingan olahraga, kali ini area tersebut dipenuhi suara khas ayam ketawa yang saling bersahutan dalam ajang Ayam Ketawa Contest Pusaka Cup 1 2026.

Tak tanggung-tanggung, sedikitnya 150 ekor ayam ketawa dari berbagai daerah di Indonesia ikut meramaikan kontes tingkat nasional tersebut. Para peserta datang dari berbagai wilayah seperti Jawa, Madura, hingga Sulawesi Selatan, daerah asal ayam ketawa yang terkenal dari Kabupaten Sidrap.

Mengusung tema “Ayam Ketawa Contest The Best Competition Qualifie”, kompetisi berlangsung meriah sejak pagi hari. Ratusan peserta dan pecinta ayam ketawa memadati arena sambil membawa ayam andalan mereka untuk bersaing memperebutkan gelar terbaik.

Bagi para penghobi, ayam ketawa bukan sekadar unggas peliharaan biasa. Ayam ini memiliki keunikan berupa suara kokok yang menyerupai tawa manusia, sehingga memiliki nilai seni dan daya tarik tersendiri.

Baca Juga:  Polres Pasuruan Gelar Pangan Murah, 2 Ton Beras SPHP Ludes Diserbu Warga Tosari dan Sukorejo

Ketua Umum P3AKSI (Persatuan Penggemar dan Pelestari Ayam Ketawa Seluruh Indonesia), Zainal Abidin, mengapresiasi penyelenggaraan Pusaka Cup 1 di Salatiga. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga kelestarian sekaligus meningkatkan popularitas ayam ketawa di Indonesia.

“Kontes berlangsung semarak. Saya mengapresiasi pelaksanaan kontes ayam ketawa di Salatiga ini. Penyebaran dan perkembangan ayam ketawa di Indonesia sangat pesat. Sejak sekitar tahun 2010, ayam ketawa terus berkembang dan komunitas penggemarnya semakin banyak,” ujarnya.

Zainal mengungkapkan bahwa organisasi P3AKSI memiliki cita-cita besar untuk membawa kontes ayam ketawa ke level yang lebih tinggi. Salah satu target yang sedang diperjuangkan adalah penyelenggaraan Kontes Ayam Ketawa Piala Presiden di masa mendatang.

Menurutnya, semakin banyaknya komunitas dan peternak ayam ketawa di berbagai daerah menjadi modal kuat untuk mewujudkan agenda besar tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua P3AKSI yang juga Ketua Panitia Pusaka Cup 1, Bambang Arif S, menjelaskan bahwa terdapat sembilan kelas perlombaan yang dipertandingkan dalam kontes kali ini.

Baca Juga:  Bebaskan Ruang, Jaga Integritas: Kanwil Ditjenpas Jateng Musnahkan 13.146 Arsip Secara Legal dan Transparan

Beberapa kategori yang menjadi favorit peserta antara lain kelas durasi, kelas konsistensi suara, hingga kelas perang bintang yang menjadi daya tarik tersendiri.

“Kelas perang bintang ini merupakan kelas khusus yang diinisiasi oleh Pusaka Salatiga sebagai tuan rumah. Respons peserta sangat bagus karena memberikan tantangan tersendiri bagi para pemilik ayam ketawa terbaik,” jelas Bambang.

Ia menambahkan, penyelenggaraan Pusaka Cup 1 tidak hanya bertujuan mencari juara, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi antarpecinta ayam ketawa dari berbagai daerah.

“Pusaka Cup 1 ini merupakan upaya melestarikan ayam ketawa. Di Salatiga sendiri penggemarnya cukup banyak. Ini adalah kontes tingkat nasional dan harapannya ke depan para pecinta ayam ketawa bisa terus berkelanjutan menggelar event-event serupa,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang jalannya perlombaan. Para pemilik ayam tampak serius mempersiapkan jagoannya agar mampu tampil maksimal di hadapan dewan juri.

Baca Juga:  Korp Raport Perpindahan Jabatan Kodim 0714/Salatiga: Upaya Penyegaran Organisasi da6n Pengembangan Karir

Salah satunya adalah Suyono, peternak sekaligus penggemar ayam ketawa asal Semarang. Ia mengaku rutin mengikuti berbagai kontes ayam ketawa karena memiliki ketertarikan tersendiri terhadap unggas unik tersebut.

Menurutnya, memelihara ayam ketawa bukan hanya soal hobi, tetapi juga memberikan kepuasan tersendiri saat mendengar suara kokok khas yang menjadi ciri utama ayam tersebut.

“Memelihara ayam ketawa ada keasyikan tersendiri. Selain unik, komunitasnya juga sangat solid. Karena itu saya sering mengikuti kontes seperti ini,” ungkapnya.

Ajang Pusaka Cup 1 pun menjadi bukti bahwa ayam ketawa masih memiliki tempat istimewa di hati para penghobi. Dari sekadar hobi rumahan, kini ayam ketawa telah berkembang menjadi bagian dari komunitas nasional yang terus tumbuh dan berupaya menjaga warisan unggas khas Nusantara agar tetap lestari.

Di Salatiga, suara “tawa” para ayam itu bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol semangat pelestarian budaya dan hobi yang terus hidup dari generasi ke generasi. (*)