Laporan: Andy Saputra

SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Semangat berbagi di Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah kembali diwujudkan oleh Lembaga Amil Zakat Al-Ihsan (LAZiS) Jawa Tengah melalui program Parade Qurban 1447 H. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 12.479 penerima manfaat di berbagai wilayah Jawa Tengah, Aceh, hingga Palestina merasakan berkah daging qurban yang disalurkan selama momentum hari raya tersebut.

Program tahunan ini menjadi salah satu bentuk komitmen LAZiS Jateng dalam menghadirkan manfaat qurban secara lebih merata, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pelosok dan daerah yang selama ini tergolong minim menerima distribusi hewan qurban.

Sepanjang pelaksanaan program, distribusi qurban menjangkau 146 titik penyaluran yang tersebar di 17 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Ribuan paket daging qurban disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, mulai dari keluarga prasejahtera, warga pedesaan, hingga komunitas yang selama ini jarang tersentuh program qurban.

Baca Juga:  Remaja Terluka Parah dalam Kecelakaan Truk vs Sepeda Motor di Jalan Veteran Salatiga

Direktur Program LAZiS Jateng, Bagas Leksono, mengungkapkan bahwa keberhasilan program tersebut tidak lepas dari kepercayaan masyarakat yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Menurutnya, seluruh hewan qurban yang disalurkan merupakan amanah dari 505 shohibul qurban yang mempercayakan proses penyembelihan dan distribusinya kepada LAZiS Jateng.

“Alhamdulillah, amanah qurban dari para pequrban telah tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah, termasuk daerah yang selama ini relatif minim menerima qurban,” ujar Bagas, Minggu (8/6/2026).

Dalam program Parade Qurban 1447 H ini, LAZiS Jateng menyalurkan total 423 ekor kambing dan domba serta 16 ekor sapi ke berbagai daerah di Jawa Tengah. Distribusi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta pemerataan penerima manfaat agar tidak terjadi penumpukan qurban di wilayah tertentu.

Tidak hanya berfokus di Jawa Tengah, LAZiS Jateng juga memperluas jangkauan kepeduliannya hingga luar daerah bahkan luar negeri. Untuk masyarakat Palestina, lembaga ini menyalurkan qurban berupa tiga ekor sapi, sementara untuk masyarakat Aceh disalurkan dua ekor sapi dan satu ekor kambing.

Baca Juga:  Seleksi Menuju Pemimpin Masa Depan, Antusiasme Tinggi, SMA Negeri Taruna Jatim Diserbu Pendaftar dari Seluruh Indonesia

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat qurban bagi masyarakat yang tengah menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk mereka yang berada di wilayah terdampak konflik maupun daerah yang membutuhkan perhatian lebih.

Bagas menegaskan bahwa pemerataan distribusi menjadi salah satu tujuan utama dalam program qurban yang dijalankan LAZiS Jateng setiap tahunnya. Dengan demikian, semangat Iduladha tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah-daerah yang selama ini jarang mendapatkan distribusi hewan qurban.

“Kami bersyukur kepercayaan masyarakat terus meningkat. Dukungan para pequrban, donatur, relawan, dan berbagai pihak memungkinkan qurban menjangkau lebih banyak penerima manfaat, termasuk di wilayah pelosok dan daerah yang minim qurban,” katanya.

Baca Juga:  Tangis Haru Warnai Keberangkatan Haji Salatiga, 1 Calhaj Tertunda Berangkat ke Tanah Suci

Keberhasilan program ini juga tidak terlepas dari keterlibatan para relawan yang membantu proses distribusi hingga ke berbagai wilayah. Mereka memastikan daging qurban dapat diterima masyarakat dalam kondisi layak dan tepat sasaran.

Melalui Parade Qurban 1447 H, LAZiS Jateng berharap nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan solidaritas sosial yang menjadi ruh Iduladha dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Tidak hanya pada momentum hari raya, tetapi juga menjadi semangat yang terus hidup dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan ribuan penerima manfaat yang tersebar dari Jawa Tengah, Aceh hingga Palestina, program ini menjadi bukti bahwa semangat berbagi mampu menembus batas wilayah dan menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Berkah qurban pun tidak hanya dirasakan oleh para penerima, tetapi juga menjadi jembatan kepedulian yang mempererat hubungan antarsesama. (*)