Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Arus jamaah mengalir ke Pondok Pesantren Assalafi Al-Fitrah, Kenjeran, Surabaya, sepanjang Sabtu hingga Minggu (24–25 Januari 2026). Majelis Dzikir, Maulidurrosul SAW, dan Haul Akbar 2026 itu menghadirkan ribuan peserta dari berbagai daerah, menjadikan kawasan pesisir Surabaya Timur tersebut pusat kegiatan keagamaan selama dua hari.

Baca Juga:  Viral di Medsos “Kreak Mulai Berulah Lagi” di Salatiga, Polisi Bongkar Fakta Sebenarnya

Pantauan suaraglobal.com, Di tengah kepadatan massa, pengelolaan kegiatan dilakukan dengan pola pengamanan terpadu. Ratusan personel disiagakan dan dibagi dalam tiga zona untuk mengatur pergerakan jamaah, akses keluar-masuk lokasi, serta titik-titik strategis di sekitar pondok pesantren hingga jalur penghubung Surabaya–Madura.

Ring pertama difokuskan di area inti pondok pesantren. Ring kedua mencakup pintu masuk, kawasan parkir, serta ruas Jalan Kedinding Lor dan Dukuh Bulak. Adapun ring ketiga menjangkau simpul lalu lintas utama, termasuk akses Jembatan Suramadu dan jalur cepat-lambat di sekitarnya.

Baca Juga:  Rangkul Ulama, Jaga Harmoni: Kapolres Nganjuk Sambangi Tiga Ponpes di Tanjunganom

Pengaturan arus kendaraan dilakukan secara situasional mengingat lokasi kegiatan berdekatan dengan salah satu akses utama Surabaya–Madura. Meski volume kendaraan meningkat, aktivitas lalu lintas tetap bergerak seiring berlangsungnya rangkaian acara keagamaan hingga hari terakhir.

Baca Juga:  Gubernur Jatim Khofifah Ajak Kepala Daerah "Gaspol" Demi Kemajuan Bangsa 

Siti, salah satu jamaah asal Gresik, mengaku merasakan suasana khidmat selama mengikuti rangkaian acara. “Jamaah memang banyak, tapi alurnya tertata. Saya bisa mengikuti dzikir dan haul dengan tenang,” ujarnya. (*)