Laporan: Ninis Indrawati

JEMBER | SUARAGLOBAL.COM – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah benar-benar dimanfaatkan maksimal oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember. Tak ingin stok darah menipis saat kebutuhan meningkat, PMI bergerak cepat dengan strategi “jemput bola” ke kampus hingga masjid.

Langkah ini menjadi respons atas potensi turunnya jumlah pendonor selama bulan puasa. Seperti diketahui, sebagian masyarakat memilih menunda donor karena khawatir mengganggu ibadah. Namun PMI Jember justru memutar strategi dengan menghadirkan layanan di malam hari.

Salah satu titik favorit adalah Gerai Donor Darah Ramadan yang dibuka setiap malam di depan Masjid Jami’ Al Baitul Amin. Selepas salat Tarawih, warga berbondong-bondong mendatangi gerai tersebut.

Baca Juga:  Dari Pemandian ke Penjara: Pelecehan Picu Pembunuhan Brutal di Purwosari, Tiga Pemuda Ditangkap

Suasana tampak hidup. Petugas sigap melayani, sementara pendonor duduk santai menunggu giliran. Banyak di antara mereka mengaku merasa lebih nyaman berdonor setelah berbuka dan menunaikan ibadah malam.

“Donor setelah Tarawih terasa lebih tenang. Badan sudah segar karena sudah makan dan minum,” ujar salah satu pendonor.

Tak hanya menyasar jamaah masjid, PMI juga menyasar kalangan mahasiswa. Bus Donor Darah disiagakan di kawasan Double Way Universitas Jember. Kehadiran layanan keliling ini memudahkan mahasiswa dan civitas akademika untuk ikut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan.

Aktivitas kampus yang tetap berjalan selama Ramadan menjadi peluang besar untuk menjaga stabilitas stok darah. Mahasiswa terlihat antusias, bahkan banyak yang datang berkelompok.

Baca Juga:  Satgas Pangan Polda Jatim Pastikan Harga dan Stok Bapokting Stabil Jelang Nataru

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menegaskan strategi jemput bola terbukti efektif. Menurutnya, Ramadan bukan alasan untuk menurunkan kepedulian sosial.

“Kami hadir lebih dekat dengan masyarakat, baik di masjid maupun di kampus. Dengan pelayanan malam hari, pendonor bisa tetap nyaman dan aman setelah berbuka serta Tarawih,” tegasnya.

Tak berhenti di dua lokasi itu, Unit Donor Darah (UDD) PMI Jember juga dijadwalkan berkeliling ke kantor kecamatan, desa, hingga kelurahan. Targetnya jelas: memastikan kebutuhan darah di berbagai fasilitas kesehatan tetap tercukupi.

Baca Juga:  Jembatan Gantung Perintis Garuda Permudah Petani, Akses Kini Lebih Cepat dan Aman

Menjelang Ramadan, stok darah di UDD PMI Kabupaten Jember tercatat sekitar 1.700 kantong. Angka ini dinilai cukup aman, namun tetap perlu penguatan agar pasokan stabil hingga mendekati Idulfitri.

Dengan penguatan layanan jemput bola ini, PMI Jember optimistis kebutuhan darah masyarakat selama Ramadan dapat terpenuhi dengan baik.

Di bulan penuh berkah ini, PMI pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu berdonor. Sebab, setetes darah yang disumbangkan bisa menjadi penyelamat bagi sesama. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas dan kemanusiaan. (*)