Laporan: Ninis Indrawati

LUAMAJANG | SUARAGLOBAL.COM – Kebakaran hutan yang melanda area Gunung Tambuh, Desa Condro, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, pada Minggu (13/10/2024), akhirnya berhasil diatasi oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Perhutani, serta warga setempat. Kebakaran terjadi di kawasan petak 14B, wilayah kerja Kepala Resort Polisi Hutan (KRPH) Desa Bago, yang sempat mengkhawatirkan akibat kondisi cuaca yang tak mendukung.

Kapolsek Pasirian, Iptu Loni Roi Madhona, menjelaskan bahwa laporan pertama mengenai kebakaran diterima pada sore hari. “Begitu kami mendapat informasi tentang adanya titik api, kami segera berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dan langsung menuju lokasi untuk memulai pemadaman,” jelas Iptu Loni saat ditemui di lokasi kejadian.

Baca Juga:  Polrestabes Surabaya Terapkan Ultimum Remedium dalam Konflik Pelajar: Langkah Bijak Demi Masa Depan Anak Bangsa

Proses pemadaman sendiri berlangsung cukup dramatis. Angin kencang dan kondisi rumput yang sangat kering mempercepat penyebaran api, sehingga pemadaman membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan. Medan curam di lokasi juga menjadi kendala, menyulitkan tim pemadam untuk mencapai titik-titik api yang tersebar di area luas. Namun, berkat kerja sama erat antara TNI, Polri, Perhutani, dan relawan warga, api akhirnya dapat dikendalikan dalam waktu sekitar satu jam.

Baca Juga:  Sambut HUT Kemerdekaan RI ke 73, Pemerintahan Kabupaten Semarang Adakan Turnamen Bola Voli

“Kami bersyukur lokasi kebakaran cukup jauh dari permukiman warga, sehingga tidak ada korban jiwa ataupun kerugian material yang berarti,” tambah Kapolsek. Ia juga memuji semangat warga yang bahu-membahu membantu pemadaman tanpa kenal lelah. “Ini adalah bentuk solidaritas yang luar biasa, semua pihak bekerja sama untuk mengatasi situasi yang sulit ini,” ungkapnya.

Kapolsek juga menyampaikan himbauan kepada masyarakat agar lebih waspada, terutama memasuki musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran hutan. “Kami meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati, seperti tidak sembarangan membuang puntung rokok atau membakar sampah di sekitar area hutan,” tegas Iptu Loni.

Baca Juga:  Ribuan Jamaah Padati Haul Akbar Al-Fitrah Kenjeran

Sementara itu, salah satu warga yang terlibat dalam pemadaman, Suwandi, mengatakan bahwa kesadaran masyarakat terhadap potensi kebakaran hutan memang perlu ditingkatkan. “Kami semua tahu, kebakaran hutan ini bisa berdampak besar. Untungnya, kali ini bisa cepat dipadamkan,” ujarnya.

Dengan api yang berhasil dipadamkan tanpa korban, perhatian kini tertuju pada upaya pencegahan kebakaran di masa depan. Semua pihak berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan ikut menjaga hutan dari bahaya kebakaran. (*)