Menuju Transformasi Budaya Kota Pahlawan, Heti Palestina Yunani Pimpin Dewan Kebudayaan Surabaya, Probo Darono Yakti Jadi Sekretaris

Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Dinamika pemilihan kepengurusan baru Dewan Kebudayaan Surabaya (DKS) berlangsung sengit dan penuh drama. Dalam proses voting terbuka yang digelar di ruang Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) di Gedung Siola, Jalan Tunjungan, Surabaya, Heti Palestina Yunani akhirnya resmi terpilih sebagai Ketua DKS periode terbaru.

Ia akan didampingi Probo Darono Yakti yang dipercaya mengemban jabatan sekretaris untuk membantu menjalankan roda organisasi yang berperan penting dalam arah kebijakan kebudayaan di Kota Pahlawan.

Pemilihan tersebut menjadi sorotan karena berlangsung ketat dan melibatkan empat kandidat yang memiliki latar belakang kuat di bidang seni dan budaya. Mereka adalah Heti Palestina Yunani, Hery “Lentho” Prasetyo, Probo Darono Yakti, serta Heroe Boediarto.

Pada putaran awal pemungutan suara, persaingan berlangsung sangat ketat. Heti Palestina Yunani dan Hery “Lentho” Prasetyo sama-sama memperoleh lima suara dari anggota yang memiliki hak pilih.

Baca Juga:  Semarak HUT Korps Marinir ke-79, Danyon Roket 2 Marinir Gelar Kejuaraan Archery Cup, FMAC Surabaya Juara Umum

Situasi ini membuat pemilihan semakin menarik. Heti yang saat itu sedang berada dalam perjalanan pulang dari Ambon bahkan mengikuti rapat secara daring melalui Zoom dari atas kapal.

Dalam momen penentuan, Heti akhirnya menggunakan hak suaranya sendiri untuk memastikan kemenangan dalam pemilihan tersebut. Keputusan itu sekaligus mengantarkannya menjadi nahkoda baru Dewan Kebudayaan Surabaya.

Meski berlangsung kompetitif, Heti menegaskan bahwa proses tersebut bukan sekadar perebutan posisi.

“Ini bukan soal persaingan kekuasaan, tetapi tentang koordinasi dan kolaborasi kolektif untuk memajukan kebudayaan Surabaya,” ujar Heti yang merupakan alumni Fakultas Antropologi Universitas Airlangga.

Sebelum pemilihan berlangsung, proses seleksi kepengurusan DKS dilakukan secara bertahap. Dari total 114 pendaftar, proses fit and proper test akhirnya menyaring 13 orang yang dinilai memenuhi kriteria untuk menjadi pengurus.

Baca Juga:  Sakit Hati Berujung Maut: Dua Bersaudara di Kudus Tewas Ditikam, Ini Penjelasannya

Ketiga belas anggota tersebut kemudian memiliki hak suara dalam proses pemilihan ketua dan sekretaris.

Adapun nama-nama yang masuk dalam jajaran pengurus Dewan Kebudayaan Surabaya adalah:

Achmad Zaki Yamani, Bagus Heri Setiadji, Dhany Nartawan, Hery “Lentho” Prasetyo, Heroe Boediarto, Heti Palestina Yunani, Jarmani, Probo Darono Yakti, Ris Handono. Rojil Nugroho Bayu Aji, Rokim Dakas, Sekar Alit Santya Putri, Yogi Ishabib.

Para pengurus ini akan bekerja bersama untuk memperkuat posisi DKS sebagai lembaga yang menjembatani kebijakan kebudayaan antara pemerintah kota dan komunitas seni.

Menuju Transformasi Kebudayaan Surabaya

Dalam kepemimpinannya, Heti menegaskan bahwa Dewan Kebudayaan Surabaya tidak akan menjadi lembaga pelaksana kegiatan seni secara langsung. Peran utama DKS adalah menjadi mitra strategis pemerintah kota dalam merumuskan arah kebijakan kebudayaan.

Baca Juga:  Polda Kalbar Berhasil Bongkar Peredaran Narkoba Jaringan Internasional

DKS juga diharapkan mampu melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap program kebudayaan yang dijalankan pemerintah.

“DKS diharapkan menjadi ruang koordinasi strategis antara pemerintah dan komunitas seni serta kreatif di Surabaya,” kata Heti.

Struktur organisasi yang dibentuk dalam kepengurusan baru ini terdiri dari ketua, sekretaris, serta bidang kuratorial dan kebijakan. Fokus utama mereka adalah memperkuat pemberdayaan komunitas kreatif sekaligus merumuskan kebijakan kebudayaan yang lebih progresif bagi Kota Surabaya.

Dengan komposisi kepengurusan baru tersebut, Dewan Kebudayaan Surabaya diharapkan mampu mendorong transformasi ekosistem seni dan budaya yang lebih inklusif, kolaboratif, serta relevan dengan perkembangan zaman. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!