Jelang Libur Lebaran, Polda Jatim Petakan Jalur Wisata Rawan Longsor dan Cuaca Ekstrem
Laporan: Ninis Indrawati
SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Menjelang libur panjang Lebaran, aparat kepolisian mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di sejumlah jalur wisata di Jawa Timur. Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur melakukan pemetaan terhadap jalur-jalur wisata yang berpotensi rawan longsor hingga cuaca ekstrem.
Langkah antisipatif ini dilakukan untuk memastikan keamanan perjalanan masyarakat yang diprediksi memadati destinasi wisata saat libur Idulfitri. Pemetaan dilakukan terutama pada jalur yang melintasi kawasan pegunungan dan daerah dengan riwayat bencana alam.
Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur, Iwan Saktiadi, mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah titik yang menjadi perhatian khusus karena berada di kawasan wisata sekaligus memiliki potensi risiko bencana.
“Kami telah memetakan beberapa titik yang menjadi lokasi wisata sekaligus berhimpitan dengan potensi bencana,” ujar Kombes Pol Iwan, Rabu (12/3/2026).
Salah satu jalur yang menjadi fokus pemantauan adalah rute dari Probolinggo menuju kawasan Gunung Semeru hingga wilayah Malang Raya. Jalur ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam favorit masyarakat, terutama saat musim libur panjang.
Di kawasan tersebut terdapat berbagai objek wisata alam yang sering dipadati pengunjung, termasuk wisata Api Abadi dan sejumlah destinasi alam lainnya di sekitar wilayah Malang.
Namun di balik pesona alamnya, jalur pegunungan ini memiliki potensi bencana, terutama longsor yang dapat terjadi sewaktu-waktu saat intensitas hujan tinggi.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, wilayah Jawa Timur masih berpotensi mengalami curah hujan tinggi hingga akhir Maret 2026.
Selain hujan deras, potensi cuaca ekstrem seperti angin kencang hingga sambaran petir juga diprediksi masih akan terjadi di sejumlah daerah.
“BMKG juga memprediksi adanya cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang hingga petir di beberapa wilayah,” lanjut Iwan.
Kawasan Malang Raya, termasuk Kota Batu, diperkirakan akan menjadi salah satu tujuan favorit masyarakat selama libur Lebaran. Hal ini membuat kepolisian meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi potensi risiko di jalur wisata.
Selain wilayah Malang, kepolisian juga memberikan perhatian khusus pada sejumlah daerah lain yang memiliki riwayat bencana alam.
Wilayah Mojokerto, misalnya, pernah mengalami kejadian longsor dan banjir bandang yang menyebabkan gangguan pada akses jalan. Kondisi ini menjadi pertimbangan penting dalam pemantauan jalur wisata selama musim liburan.
Tidak hanya itu, jalur di wilayah Trenggalek dan Ponorogo juga menjadi perhatian aparat. Kedua daerah tersebut sebelumnya sempat dilanda bencana longsor yang berdampak pada akses jalan masyarakat.
Karena itu, kepolisian mengingatkan seluruh unsur terkait di daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.
Tim SAR, pemadam kebakaran, Satpol PP, hingga unsur pemerintah daerah telah diingatkan untuk bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana di jalur wisata.
“Kami sudah memberikan peringatan awal kepada seluruh unsur di wilayah. Jika ada update dari BMKG terkait peningkatan curah hujan di jalur-jalur tersebut, maka kami akan segera memberikan peringatan terbaru,” tegas Iwan.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat yang berencana melakukan perjalanan wisata selama libur Lebaran agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
Selain memastikan kondisi kendaraan prima, wisatawan diminta lebih waspada ketika melintasi jalur pegunungan yang rawan longsor, terutama saat hujan deras.
Dengan langkah pemetaan dan koordinasi lintas instansi ini, diharapkan perjalanan wisata masyarakat selama libur Lebaran tetap aman, nyaman, dan terhindar dari potensi bahaya bencana alam. (*)



Tinggalkan Balasan