Siaga Lebaran! Polres Mojokerto Waspadai Banjir dan Longsor di Jalur Wisata Pacet–Trawas
Laporan: Ninis Indrawati
MOJOKERTO | SUARAGLOBAL.COM – Memasuki hari kelima pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, jajaran Polres Mojokerto Polda Jatim mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, khususnya banjir dan longsor yang mengintai jalur wisata pegunungan.
Langkah sigap ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. Terlebih, kawasan Pacet dan Trawas dikenal sebagai titik rawan bencana saat musim penghujan.
Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi pengamanan selama operasi yang berlangsung selama 13 hari tersebut.
“Sejak awal operasi, kami sudah melakukan evaluasi terhadap lima isu utama, mulai dari potensi banjir, arus lalu lintas, pengamanan tempat ibadah dan malam takbir, hingga aktivitas silaturahmi dan wisata masyarakat,” ungkapnya, Selasa (17/3/2026).
Sebagai bentuk pelayanan maksimal, Polres Mojokerto telah mendirikan tiga pos strategis, yakni Pos Pelayanan (Posyan) Sendi di Kecamatan Pacet, serta dua Pos Pengamanan (Pospam) di Kenanten (Puri) dan Cembor (Trawas). Pos-pos ini menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan cepat kepada masyarakat selama libur Lebaran.
Tak hanya fokus pada pengamanan, aparat kepolisian juga memberi perhatian khusus pada potensi bencana alam. Jalur Pacet dan Trawas yang berada di kawasan pegunungan menjadi prioritas pengawasan.
“Kawasan ini rawan longsor dan banjir, sehingga kami lakukan pemantauan intensif, termasuk di lokasi wisata yang banyak dikunjungi masyarakat,” tegas AKBP Andi.
Untuk meminimalisir risiko, Polres Mojokerto bersinergi dengan berbagai instansi lintas sektor. Pemeriksaan kendaraan juga diperketat, terutama pada aspek keselamatan seperti kondisi rem dan kelayakan ban.
“Kami ingin memastikan kendaraan yang melintas dalam kondisi prima, karena jalur pegunungan memiliki tingkat risiko tinggi,” tambahnya.
Selain itu, patroli rutin terus digencarkan sebagai langkah preventif. Hal ini juga merespons informasi dari BMKG terkait fenomena El Nino yang diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan April 2026.
Meski demikian, hingga saat ini kondisi wilayah Kabupaten Mojokerto terpantau aman dan belum ditemukan potensi bencana yang signifikan.
Dari sisi lalu lintas, pergerakan kendaraan masih relatif landai. Aktivitas yang terjadi didominasi oleh mobilitas lokal, sementara arus mudik antarprovinsi belum menunjukkan peningkatan berarti.
“Untuk saat ini masih didominasi aktivitas lokal. Kawasan wisata juga belum menjadi tujuan utama masyarakat pada awal operasi ini,” jelas Kapolres.
Dalam operasi ini, Polres Mojokerto mengerahkan sekitar 150 personel inti. Namun, jika digabung dengan personel dari polsek di jalur utama, kawasan wisata, serta dukungan instansi terkait, total kekuatan mencapai hampir 400 personel.
Dengan kekuatan tersebut, pos pelayanan dan pos pengamanan tidak hanya berfungsi sebagai tempat singgah, tetapi juga menjadi pusat kendali operasi di lapangan.
“Kami berharap seluruh rangkaian pengamanan dapat berjalan efektif, sehingga masyarakat bisa merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman,” pungkas AKBP Andi.
Situasi masih terkendali, namun kewaspadaan tetap jadi kunci. Bagi para pemudik dan wisatawan, jalur Pacet–Trawas kini bukan hanya soal keindahan alam, tapi juga tantangan yang harus dihadapi dengan hati-hati. (*)



Tinggalkan Balasan