Berbagi Itu Indah! Penggali Kubur dan Bilal Jenazah Terima Bingkisan Lebaran dari Polres Tulungagung
Laporan: Ninis Indrawati
TULUNGAGUNG | SUARAGLOBAL.COM – Suasana haru dan penuh kehangatan terasa di tengah kegiatan sosial yang digelar jajaran Polres Tulungagung Polda Jatim. Dalam program bertajuk Ramadhan Berbagi, ratusan penggali kubur dan bilal jenazah menerima bantuan sembako dan parsel Lebaran, Kamis (19/03/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolres Tulungagung, AKBP Dr. Ihram Kustarto, yang hadir bersama Ketua Bhayangkari Cabang Tulungagung serta Pejabat Utama (PJU) Polres Tulungagung.
Dalam keterangannya, AKBP Ihram menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar berbagi, melainkan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya mereka yang selama ini memiliki peran penting namun kerap luput dari perhatian.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan di momen Lebaran dengan para penggali kubur dan bilal jenazah yang telah berjasa dalam pelayanan sosial,” ungkapnya.
Menurutnya, profesi penggali kubur dan bilal jenazah merupakan pekerjaan yang sangat mulia. Mereka hadir di saat-saat paling sulit dalam kehidupan seseorang, namun sering kali tanpa mendapatkan ucapan terima kasih.
“Bahkan orang yang mereka bantu pun sering tidak sempat menyampaikan terima kasih. Ini profesi yang luar biasa mulia,” tambah AKBP Ihram.
Tak hanya sekadar penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan rasa kebersamaan serta kepedulian sosial.
Bingkisan sembako dan parsel Lebaran yang diberikan diharapkan dapat sedikit meringankan beban para penerima, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri yang identik dengan meningkatnya kebutuhan hidup.
AKBP Ihram juga berharap, melalui kegiatan seperti ini, sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan semakin mempererat kebersamaan, sehingga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.
Di balik kesederhanaan acara tersebut, tersimpan pesan kuat: bahwa di bulan suci Ramadhan, kepedulian dan empati menjadi jembatan yang menguatkan hubungan kemanusiaan terutama bagi mereka yang selama ini menjadi “pahlawan sunyi” dalam kehidupan sosial masyarakat. (*)




Tinggalkan Balasan