Kreatif dan Ramah Lingkungan! Inovasi Warga Binaan Lapas Balikpapan Sabet Penghargaan KRENOVA

Laporan: Waspada Gea
BALIKPAPAN | SUARAGLOBAL.COM – Kreativitas warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Balikpapan kembali mencuri perhatian publik. Melalui inovasi paving block ramah lingkungan berbahan limbah FABA (Fly Ash dan Bottom Ash) PLTU, Lapas Balikpapan sukses meraih Juara II dalam ajang KRENOVA Kota Balikpapan 2026 kategori masyarakat umum.
Penghargaan bergengsi tersebut diumumkan dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Bappedalitbang Kota Balikpapan pada 20 Mei 2026. Prestasi ini menjadi bukti bahwa program pembinaan di dalam lapas mampu melahirkan karya inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Inovasi paving block berbahan limbah FABA itu merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian warga binaan yang terus dikembangkan oleh jajaran Lapas Balikpapan. Limbah hasil pembakaran batu bara yang selama ini dianggap tidak bernilai, berhasil diolah menjadi produk paving block yang memiliki nilai ekonomis serta daya guna tinggi.
Tak hanya menjadi solusi pemanfaatan limbah industri, program ini juga membuka peluang keterampilan kerja bagi warga binaan agar memiliki bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Balikpapan, Andri Lesmano, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran serta semangat warga binaan dalam mengikuti program pembinaan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan program pembinaan yang inovatif dan berdampak positif. Kami berharap keterampilan yang diberikan dapat menjadi bekal berharga bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat,” ujar Andri Lesmano.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut bukan sekadar soal prestasi, tetapi juga menjadi simbol perubahan positif di lingkungan pemasyarakatan. Program pembinaan tidak hanya berorientasi pada kedisiplinan, namun juga pengembangan kemampuan dan kreativitas warga binaan agar mampu produktif setelah bebas nanti.
Ajang KRENOVA Kota Balikpapan 2026 sendiri dikenal sebagai wadah apresiasi bagi masyarakat yang mampu menghadirkan inovasi kreatif dengan nilai manfaat tinggi dan berpotensi dikembangkan lebih luas.
Keberhasilan Lapas Balikpapan dalam kompetisi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan dapat melahirkan inovasi yang produktif, modern, dan ramah lingkungan. Program ini sekaligus mendukung upaya pengurangan limbah melalui pengolahan bahan sisa industri menjadi produk yang memiliki nilai guna bagi masyarakat.
Andri Lesmano juga memastikan pihaknya akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan kepada seluruh warga binaan.
“ Tentunya kami akan terus meningkatkan program pelayanan dan pembinaan yang terbaik untuk seluruh warga binaan,” pungkasnya. (*)








Tinggalkan Balasan