Sadis! Mayat Pria Terlakban di Sungai Citanduy Terungkap, Dua Pelaku Dibekuk Satu Buron

Laporan: Widodo Mei Dwi

CILACAP | SUARAGLOBAL.COM – Kasus penemuan mayat pria dalam kondisi mengenaskan, terlakban dan mengapung di aliran Sungai Citanduy, Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja, akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian. Polresta Cilacap bergerak cepat hingga mengungkap fakta mengejutkan di balik kematian korban.

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolresta Cilacap, Jumat (27/03/2026), polisi mengumumkan bahwa dua pelaku telah berhasil diringkus, sementara satu pelaku lainnya masih buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Dr. Budi Adhy Buono, S.H., S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa kasus ini bermula dari laporan warga yang menemukan jasad pria dalam kondisi mencurigakan.

Baca Juga:  Pasuruan Dorong Kemandirian Teknologi Lewat Pelatihan CCTV dan Kolaborasi Internasional

“Kami menerima laporan dari masyarakat tentang penemuan mayat seorang pria dalam kondisi terlakban di Sungai Citanduy. Polsek Wanareja bersama Tim Inafis langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban ke RS Margono untuk dilakukan autopsi,” ungkapnya.

Penanganan kasus ini tidak berjalan sendiri. Polresta Cilacap juga berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, menyusul adanya laporan orang hilang di wilayah Jakarta yang diduga berkaitan dengan temuan mayat tersebut.

Dari hasil penyelidikan intensif, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi para pelaku. Dua orang yang telah diamankan masing-masing berinisial H (35) dan K (35), keduanya warga Kabupaten Pangandaran. Sementara satu pelaku lainnya, berinisial A, masih dalam pengejaran petugas.

Baca Juga:  Kasdim 0714/Salatiga Pimpin Doa Bersama Untuk Korban Bencana Alam di Sulawesi

Motif di balik pembunuhan ini terbilang klasik namun berujung tragis. Rasa sakit hati dan cemburu menjadi pemicu utama. Pelaku A diduga tersulut emosi karena pacarnya menjalin hubungan dengan korban. Amarah itu kemudian berkembang menjadi rencana pembunuhan yang melibatkan pelaku lainnya.

Aksi keji tersebut diketahui terjadi di Perumahan Bumi Mutiara Indah, Sukabumi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban dihabisi secara brutal dengan cara dipukul pada bagian leher menggunakan bambu sepanjang kurang lebih satu meter.

“Setelah memastikan korban meninggal dunia, para pelaku kemudian membungkus tubuh korban menggunakan plastik dan sprei, lalu berupaya menghilangkan jejak dengan melakukan pengecoran sebelum akhirnya membuang jasad korban ke Sungai Citanduy,” jelas Kapolresta.

Baca Juga:  Serangan Chikungunya Meningkat, Kecamatan Lumbang Gerak Cepat Gelar Fogging Terpadu di Sumbersari

Pengungkapan kasus ini menjadi bukti kesigapan aparat dalam menindak kejahatan berat yang meresahkan masyarakat. Sementara itu, perburuan terhadap pelaku A masih terus dilakukan, dan polisi mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengetahui keberadaan yang bersangkutan.

Kasus ini pun menjadi pengingat bahwa emosi yang tidak terkendali dapat berujung pada tindakan kriminal yang fatal, meninggalkan duka mendalam sekaligus konsekuensi hukum yang berat bagi para pelakunya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!