Reward dan Punishment Tegas! Kapolres Salatiga Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat, Penghargaan hingga PTDH
Laporan: Wahyu Widodo
SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM — Suasana khidmat bercampur tegas menyelimuti Lapangan Bhayangkara Polres Salatiga, Senin (06/04/2026). Dalam satu rangkaian upacara, tiga momen penting digelar sekaligus: kenaikan pangkat pengabdian, pemberian penghargaan bagi anggota berprestasi, hingga Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) secara in absensia.
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi, S.H., S.I.K., M.H., yang menegaskan komitmen kuat institusi dalam menerapkan prinsip reward and punishment secara berimbang.
Sorotan utama tertuju pada momen korps raport kenaikan pangkat pengabdian yang diberikan kepada IPDA Tambah, S.H. Kenaikan pangkat ini menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi panjang dan loyalitas tinggi selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri.
Tak hanya itu, sebanyak 32 personel Polres Salatiga juga diganjar penghargaan atas kinerja gemilang mereka di lapangan. Salah satu yang mencuri perhatian adalah aksi cepat Aiptu Hery Prasetyo bersama timnya dalam menangani kebakaran mobil pemudik. Berkat kesigapan mereka, situasi berhasil dikendalikan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.
Aksi simpatik juga ditunjukkan oleh Wakapolres Salatiga Kompol R Arsadi KS, S.E., M.H., yang turun langsung membantu mendorong mobil pemudik yang mogok. Tindakan sederhana namun penuh kepedulian itu pun tak luput dari apresiasi pimpinan.
Momentum ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan perlindungan dan rasa aman, terlebih saat arus mudik dan balik yang rawan berbagai potensi gangguan.
Namun di balik apresiasi, ada pula ketegasan. Dalam upacara tersebut, dilaksanakan PTDH terhadap Briptu DP secara in absensia. Prosesi simbolis dilakukan dengan pemberian tanda silang di atas foto yang bersangkutan—sebuah peringatan keras bahwa pelanggaran tidak akan ditolerir.
Dalam amanatnya, Kapolres Salatiga menegaskan bahwa penghargaan dan kenaikan pangkat merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan integritas anggota. Sebaliknya, PTDH menjadi bukti nyata ketegasan institusi dalam menjaga kehormatan Polri.
“Kenaikan pangkat pengabdian dan pemberian penghargaan merupakan bentuk apresiasi kepada anggota yang telah menunjukkan loyalitas, dedikasi, dan kinerja yang baik. Namun di sisi lain, PTDH menjadi bukti bahwa Polri tidak mentolerir setiap bentuk pelanggaran yang mencederai kehormatan institusi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh personel agar senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya, baik dalam kedinasan maupun kehidupan bermasyarakat.
Di akhir amanatnya, Kapolres berharap seluruh jajaran semakin termotivasi untuk meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan humanis kepada masyarakat.
Upacara ini menjadi penegas bahwa pembinaan personel di Polres Salatiga tidak hanya tegas, tetapi juga berkeadilan yang berprestasi diberi penghargaan, yang melanggar ditindak tanpa kompromi. (*)




Tinggalkan Balasan