Perang Tanpa Kompromi! Ditjenpas Jateng & BNN Sisir Pegawai Lewat Tes Urine
Laporan: Bambang S
SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM — Langkah tegas tanpa kompromi ditunjukkan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. Senin (06/04), puluhan pegawai digiring mengikuti tes urine sebagai bentuk komitmen nyata menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan berintegritas.
Tak hanya pegawai struktural, kegiatan ini juga menyasar seluruh elemen di lingkungan kantor, mulai dari PPNPN, petugas keamanan (satpam), hingga peserta magang. Semua tanpa terkecuali, menunjukkan bahwa perang melawan narkoba dilakukan tanpa pandang bulu.
Dalam pelaksanaannya, Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah. Sinergi ini memastikan seluruh proses pemeriksaan berlangsung profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Tengah, Mardi Santoso, menegaskan bahwa tes urine ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, ini adalah bentuk keseriusan institusi dalam menjaga marwah dan integritas jajaran pemasyarakatan.
“Tes urine ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk keseriusan kami dalam memastikan seluruh pegawai bersih dari narkoba. Kami ingin menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan berintegritas,” tegasnya.
Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci utama dalam mencegah potensi pelanggaran yang bisa merusak citra institusi. Ia bahkan menegaskan tidak ada toleransi sedikit pun bagi siapa saja yang terlibat penyalahgunaan narkoba.
“Kami tidak akan mentolerir segala bentuk penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan. Integritas adalah harga mati,” lanjut Mardi dengan nada tegas.
Aksi ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, yang dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang bersih, akuntabel, dan berintegritas.
Dengan digelarnya tes urine ini, Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah ingin mengirim pesan kuat: tidak ada ruang bagi narkoba di lingkungan pemasyarakatan. Semua pegawai dituntut tetap berada di jalur yang benar, menjunjung tinggi nilai organisasi, serta menjadi contoh bagi masyarakat luas.
Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa perang melawan narkoba bukan hanya slogan, melainkan aksi nyata yang dimulai dari dalam tubuh institusi itu sendiri. (*)




Tinggalkan Balasan