Cegah Aksi Negatif Pelajar, Polsek Sidorejo Beri Edukasi Siswa SMK Muhammadiyah Salatiga, Tekan Aksi Tawuran dan Knalpot Brong

Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Langkah tegas namun edukatif dilakukan jajaran Polsek Sidorejo Polres Salatiga dalam menjaga generasi muda dari perilaku menyimpang. Senin pagi (20/04/2026), ratusan siswa SMK Muhammadiyah Salatiga mendapat pembinaan langsung dari aparat kepolisian.

Dipimpin Kapolsek Sidorejo, AKP Sarwoko, S.H., kegiatan ini menggandeng pihak sekolah yang diwakili Kepala Sekolah Suryono, S.Pd., M.Si. Tak kurang dari 150 siswa kelas X tampak serius mengikuti sosialisasi yang sarat pesan penting tersebut.

Dalam suasana penuh kedisiplinan, polisi memberikan “warning keras” kepada para pelajar agar menjauhi berbagai perilaku berisiko, mulai dari tawuran, balap liar, hingga penggunaan knalpot brong yang kerap meresahkan masyarakat.

Baca Juga:  “Berteman Tanpa Beda”: Festival Clay HIMPAUDI Salatiga Rayakan Keberagaman Anak Usia Dini

AKP Sarwoko menegaskan, perkembangan media sosial saat ini tidak boleh disalahgunakan oleh generasi muda. Ia menyoroti maraknya konten tawuran yang sengaja dibuat demi popularitas.

“Jangan sampai media sosial justru dipakai untuk hal negatif seperti tawuran settingan atau ajakan kekerasan. Ini bukan hanya meresahkan, tapi juga bisa berujung hukum dan merusak masa depan kalian,” tegasnya di hadapan para siswa.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan bahaya nyata di balik aksi balap liar yang kerap dianggap ajang adu gengsi.

Baca Juga:  Langkah Strategis Usai Sertijab, Kapolres Salatiga Galang Sinergitas Kamtibmas ke Korem 073/Makutarama

“Balap liar itu bukan soal keren atau berani, tapi soal nyawa. Sekali lengah, bisa fatal. Begitu juga knalpot brong yang mengganggu kenyamanan masyarakat. Jadilah pelopor tertib berlalu lintas,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, siswa juga diperkenalkan dengan layanan Call Center 110 Polres Salatiga sebagai sarana pelaporan cepat jika menemukan gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar.

Menariknya, Polsek Sidorejo juga menggagas inovasi dengan membentuk “Duta Kedisiplinan”, yakni 10 siswa terpilih yang akan menjadi agen perubahan di sekolah. Mereka diharapkan mampu menjadi teladan, penggerak, sekaligus pengawas dalam menegakkan disiplin di kalangan pelajar.

Baca Juga:  Program Pembinaan Hukum Masyarakat, Polres Semarang Adakan FGD Dengan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Semarang

Program ini disambut positif oleh pihak sekolah. Kepala Sekolah Suryono mengapresiasi langkah kepolisian yang dinilai sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Polsek Sidorejo. Ini bukan sekadar sosialisasi, tapi pembentukan karakter siswa agar disiplin dan menjauhi pelanggaran hukum,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi benteng awal dalam mencegah kenakalan remaja sekaligus mencetak generasi pelajar yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas dan menjadi penjaga keamanan di lingkungan masing-masing. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!