Kominfo Jatim Tingkatkan Profesionalitas SDM melalui Pelatihan Peliputan

Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM — Semangat meningkatkan kualitas informasi publik terus digaungkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur. Melalui pelatihan peliputan yang digelar pada Senin (4/5/2026), aparatur didorong untuk semakin profesional dalam menghasilkan konten yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi digital.

Kegiatan yang berlangsung di kantor Kominfo Jatim ini menjadi momentum penting dalam mengasah kemampuan sumber daya manusia (SDM), khususnya bagi mereka yang terlibat langsung dalam peliputan dan produksi konten. Di era serba cepat seperti saat ini, kualitas informasi dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik.

Baca Juga:  Inspeksi Ruang Tahanan: 27 Orang Tahanan Polres Semarang Dalam Keadaan Sehat

Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menegaskan bahwa aparatur pemerintah bukan sekadar penyampai informasi, melainkan produsen informasi publik yang memiliki tanggung jawab besar terhadap masyarakat.

“Profesionalisme dan etika harus selalu dijaga. Informasi yang kita sajikan tidak boleh menimbulkan persepsi negatif terhadap institusi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kecepatan dalam menyampaikan informasi harus berjalan seiring dengan ketelitian. Menurutnya, di tengah persaingan informasi yang begitu cepat, kesalahan kecil dapat berdampak besar terhadap citra lembaga.

Lebih jauh, Sherlita menjelaskan bahwa kualitas peliputan menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, pelatihan ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan kapasitas, tetapi juga sarana evaluasi bersama.

Baca Juga:  "Blue Light Patrol", Tekan Angka Kejahatan Gaya Polres Semarang

Dalam suasana yang interaktif, peserta diajak untuk aktif berdiskusi, berbagi pengalaman di lapangan, serta mencari solusi atas berbagai tantangan dalam proses peliputan.

Sementara itu, Pimpinan Redaksi Beritajatim.com, Dwi Eko Lokononto, memberikan penekanan kuat pada aspek etika sebagai fondasi utama dalam praktik jurnalistik maupun kehumasan.

Ia mengingatkan bahwa profesionalitas tidak hanya tercermin dari hasil akhir sebuah berita, tetapi juga dari proses kerja yang dilalui.

“Etika itu penting, mulai dari sikap, penampilan, hingga cara berkomunikasi di lapangan. Semua itu mencerminkan integritas kita sebagai insan komunikasi,” ujarnya.

Baca Juga:  Penerimaan CPNS dan PPPK Kementerian Hukum dan HAM RI Dibuka Hari Ini

Menurutnya, menjaga kredibilitas institusi harus dimulai dari individu. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh peserta untuk menjunjung tinggi etika dalam setiap proses peliputan.

Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai bidang di lingkungan Kominfo Jatim. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman peran sebagai representasi institusi, teknik peningkatan kualitas peliputan, hingga penguatan etika dan profesionalitas.

Melalui kegiatan ini, Kominfo Jatim menargetkan lahirnya aparatur yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki integritas tinggi dalam menyajikan informasi. Harapannya, setiap konten yang dihasilkan mampu memberikan dampak positif, memperkuat citra institusi, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!