Tes Fisik Jadi Penentu! Atlet yang Mangkir Bisa Kehilangan Tiket Kontingen Porprov

Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Sikap tidak disiplin ditunjukkan puluhan atlet yang diproyeksikan memperkuat Kota Salatiga pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang. Sebanyak 84 atlet tercatat mangkir dalam tes parameter tahap pertama yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Salatiga.

Ketua KONI Salatiga, Agus Purwanto, pun angkat bicara. Ia memberikan ultimatum keras kepada atlet yang tidak hadir tanpa alasan jelas. Bahkan, para atlet tersebut terancam dicoret dari daftar proyeksi kontingen Porprov apabila tetap tidak mengikuti tes susulan.

Tes parameter itu dilaksanakan di sekretariat KONI Salatiga pada Sabtu (9/5/2026). Agenda tersebut menjadi bagian penting dalam memetakan kesiapan fisik dan kesehatan atlet sebelum turun di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi itu.

Baca Juga:  18 Medali Membawa Jatim ke Puncak: FLS3N 2025 Jadi Panggung Kejayaan Pelajar Nusantara

Dari total 320 atlet yang masuk proyeksi kontingen, hanya 236 atlet yang hadir mengikuti rangkaian tes. Sementara 84 atlet lainnya absen dengan berbagai alasan, mulai dari mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas), sakit, hingga kepentingan pribadi.

Namun demikian, KONI menegaskan bahwa seluruh atlet tetap wajib mengikuti tahapan evaluasi yang telah ditetapkan. Menurut Agus Purwanto, tes parameter bukan sekadar formalitas, melainkan tolok ukur keseriusan atlet dalam memperjuangkan nama daerah.

“Semua atlet harus menunjukkan keseriusan. Kalau tidak mengikuti tahapan yang sudah ditentukan, tentu akan menjadi bahan evaluasi,” tegas Agus.

Suasana tes parameter berlangsung serius sejak pagi. Satu per satu atlet menjalani pemeriksaan kesehatan awal oleh tim medis KONI. Pemeriksaan meliputi tinggi badan, berat badan, hingga pengecekan tekanan darah sebelum dan sesudah aktivitas fisik.

Baca Juga:  214 Calon Jamaah Haji Salatiga Siap Menuju Baitullah, Manasik Terintegrasi 2026 Resmi Dibuka!

Setelah pemeriksaan kesehatan, para atlet menjalani serangkaian tes fisik yang cukup menguras tenaga. Mulai dari tes kelincahan, push up, sit up, back up, hingga multistage fitness test (MFT) atau beep test untuk mengukur daya tahan tubuh.

Selain itu, atlet juga menjalani tes kekuatan otot dan daya ledak guna mengetahui kondisi fisik secara menyeluruh sebelum memasuki fase latihan intensif.

Menariknya, tes parameter kali ini tidak hanya diikuti cabang olahraga fisik berat. Sebanyak 35 cabang olahraga ambil bagian, termasuk cabang nonfisik seperti Catur dan aeromodeling.

Baca Juga:  GARASI Rayakan HUT ke-19 dengan Bakti Sosial dan Edukasi Kebencanaan

Bahkan, sejumlah atlet senior berusia di atas 40 tahun tetap terlihat antusias mengikuti seluruh tahapan tes bersama atlet muda lainnya.

Agus Purwanto menjelaskan, tes parameter akan digelar dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada Mei 2026, sedangkan tahap kedua dijadwalkan September 2026 mendatang.

Hasil dari tes tersebut nantinya menjadi bahan evaluasi penting bagi KONI Salatiga dalam menentukan komposisi terbaik kontingen Porprov. Atlet dengan kondisi fisik terbaik dan disiplin tinggi akan menjadi prioritas untuk memperkuat Kota Salatiga.

“Kami ingin membentuk tim yang benar-benar siap bertanding dan punya komitmen tinggi membawa nama Salatiga berprestasi di Porprov,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!