Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Ajang East Java Innovative Education Summit (EJIES) kembali menjadi magnet perhatian dunia pendidikan di Jawa Timur. Tak hanya menghadirkan berbagai inovasi pembelajaran modern, kegiatan ini juga memunculkan gagasan baru yang menyentuh langsung kesejahteraan guru.

Salah satu yang menjadi sorotan utama Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur adalah Program PROTEG, sebuah inovasi pemberdayaan guru berbasis ekonomi produktif yang dinilai mampu menjawab tantangan zaman sekaligus meningkatkan kualitas hidup tenaga pendidik.

Saat meninjau sejumlah booth pameran dalam rangkaian EJIES di Surabaya, Kadindik Jatim terlihat memberikan perhatian khusus pada program tersebut. Menurutnya, transformasi pendidikan tidak bisa hanya berhenti pada peningkatan kualitas belajar mengajar di ruang kelas semata.

Ia menegaskan bahwa kesejahteraan guru juga menjadi pondasi penting dalam menciptakan pendidikan yang maju dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Cinta Berlumur Dendam! Dosen Cantik Tewas di Tangan Polisi Idamannya, Ini Jelasnya

“Guru memiliki peran sentral dalam membentuk karakter dan kompetensi peserta didik. Karena itu, peningkatan kualitas guru harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Program PROTEG sendiri hadir sebagai salah satu solusi inovatif untuk membantu para guru memiliki keterampilan tambahan di luar aktivitas mengajar. Melalui program ini, tenaga pendidik mendapatkan pelatihan, pendampingan, hingga penguatan kapasitas dalam mengembangkan usaha produktif yang berkelanjutan.

Langkah tersebut dinilai sangat relevan di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, terutama bagi guru honorer yang masih menghadapi tantangan ekonomi dalam menjalankan profesinya.

Disdik Jatim menilai, guru yang memiliki kondisi ekonomi lebih baik akan mampu bekerja lebih fokus, kreatif, dan optimal dalam mendidik peserta didik. Karena itu, berbagai program pemberdayaan terus didorong agar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan tenaga pendidik.

Baca Juga:  Viral! Aksi Nekat Seorang Mahasiswa Masuk Kos Putri Pakai Hijab Demi Sang Mantan, Berakhir Surat Pernyataan

Tak hanya berbicara soal ekonomi guru, EJIES juga menjadi panggung besar lahirnya berbagai inovasi pendidikan berbasis teknologi. Sejumlah sekolah, komunitas pendidikan, hingga pelaku dunia usaha menampilkan berbagai gagasan pembelajaran modern yang dinilai siap menjawab kebutuhan pendidikan masa depan.

Beragam inovasi digital yang dipamerkan menunjukkan kesiapan dunia pendidikan Jawa Timur dalam menghadapi era transformasi teknologi dan kompetensi global.

Kadindik Jatim pun mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan inovasi pendidikan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komunitas, hingga dunia usaha menjadi kunci penting dalam membangun pendidikan yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.

Baca Juga:  PROGIB SUMUT Rayakan Kepemimpinan Baru: Tasyakuran & Buka Puasa Bersama, Perkuat Sinergi untuk Sumut Berkah

Menurutnya, pendidikan masa kini membutuhkan pendekatan yang lebih adaptif, kreatif, dan menyentuh kebutuhan nyata para tenaga pendidik maupun peserta didik.

Melalui penyelenggaraan EJIES, Disdik Jatim berharap akan semakin banyak inovasi baru yang lahir dan berkembang di lingkungan pendidikan. Tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, namun juga mampu memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan guru sebagai ujung tombak pendidikan nasional.

Dengan menggabungkan inovasi pendidikan dan pemberdayaan ekonomi secara bersamaan, Jawa Timur berupaya menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih kuat, inklusif, serta berkelanjutan.

Program PROTEG pun menjadi bukti nyata bahwa dunia pendidikan dapat berkembang seiring dengan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi masa depan bangsa. (*)