Laporan: Bayu S

PURWODADI | SUARAGLOBAL.COM – Semangat menimba ilmu ternyata tidak mengenal tempat dan keadaan. Di balik tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi, puluhan warga binaan menunjukkan tekad kuat untuk memperbaiki masa depan melalui jalur pendidikan.

Sebanyak 27 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti Ujian Kenaikan Kelas Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C yang digelar di Aula Kunjungan Lapas Kelas IIB Purwodadi. Kegiatan tersebut berlangsung dengan pendampingan dari Tim Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Grobogan.

Ujian ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran yang selama ini dijalani para warga binaan dalam program pendidikan kesetaraan yang diselenggarakan di lingkungan lapas. Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Paket A setara Sekolah Dasar (SD), Paket B setara Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Paket C setara Sekolah Menengah Atas (SMA).

Baca Juga:  Terekam Jernih, Terjerat Pasti: Pembobol Toko Spesialis Dibekuk Polsek Kenjeran

Suasana ujian berlangsung tertib dan penuh keseriusan. Para peserta tampak fokus mengerjakan soal demi soal yang diberikan. Meski berada dalam lingkungan pemasyarakatan, semangat mereka tidak kalah dengan para pelajar di sekolah formal.

Petugas Lapas Purwodadi bersama tenaga pendidik dari SKB Grobogan melakukan pengawasan secara langsung guna memastikan seluruh rangkaian ujian berjalan lancar, aman, dan kondusif.

Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto, menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam proses pembinaan warga binaan. Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk perubahan perilaku sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Pendidikan menjadi bekal yang sangat berharga bagi warga binaan untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Melalui program pendidikan kesetaraan ini, kami berharap warga binaan tidak hanya memperoleh ijazah formal, tetapi juga meningkatkan wawasan, kepercayaan diri, dan kemampuan yang dapat menjadi modal saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Erik.

Baca Juga:  MPLS Ramah di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga: Tanamkan Semangat “Generasi Emas” Sejak Hari Pertama Sekolah

Ia menjelaskan bahwa program pendidikan yang diberikan di dalam lapas bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi menjadi sarana penting untuk membangun optimisme dan membuka peluang baru bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidananya.

Lebih lanjut, Erik menegaskan bahwa Lapas Purwodadi berkomitmen penuh untuk memberikan pembinaan yang berkualitas sekaligus menjamin terpenuhinya hak-hak warga binaan, termasuk hak memperoleh pendidikan yang layak.

“Kami terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang bermanfaat dan berkelanjutan. Pendidikan kesetaraan merupakan salah satu wujud nyata komitmen kami dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat. Melalui pelaksanaan Ujian Kenaikan Kelas Paket A, B, dan C ini, kami berharap semangat belajar warga binaan semakin meningkat sehingga mampu meraih masa depan yang lebih baik setelah kembali ke lingkungan masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga:  Geger Penemuan Mayat di Rawa Pening, Kaki Korban Terikat Aki dan Tabung Gas

Program Pendidikan Kesetaraan yang berjalan di Lapas Kelas IIB Purwodadi menjadi salah satu bentuk nyata pemenuhan hak warga binaan di bidang pendidikan. Selain itu, program tersebut juga mendukung Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas pembinaan dan pemberdayaan warga binaan.

Melalui pelaksanaan ujian kenaikan kelas ini, para warga binaan diharapkan semakin termotivasi untuk terus belajar, menggali potensi diri, serta membangun bekal pengetahuan yang akan berguna saat kembali ke tengah masyarakat.

Di balik jeruji besi, secercah harapan terus menyala. Dengan pendidikan sebagai jembatan perubahan, Lapas Purwodadi berupaya menghadirkan kesempatan kedua bagi para warga binaan untuk menata hidup, memperbaiki masa depan, dan menjadi pribadi yang lebih produktif ketika kembali menjalani kehidupan bermasyarakat. (*)