Laporan: Wahyu Widodo

KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Suasana dini hari yang biasanya tenang di Dusun Kalangan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, mendadak berubah menjadi kepanikan. Kobaran api besar melalap rumah milik Paidi (62), Senin (8/6/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Supriyadi, warga setempat yang hendak berangkat bekerja menyadap karet di areal PTPN IX. Niatnya mencari nafkah justru berubah menjadi upaya penyelamatan setelah melihat cahaya merah menyala dari kejauhan.

Saat melintas menuju lokasi kerja sekitar pukul 02.15 WIB, Supriyadi curiga melihat kobaran api yang tidak biasa. Setelah mendekat, ia terkejut karena api ternyata berasal dari rumah tetangganya.

“Awalnya melihat kobaran api dari kejauhan. Setelah didekati, ternyata berasal dari ruang tamu rumah Pak Paidi dan api sudah cukup besar,” ungkap Agus Subekti, warga setempat, saat menceritakan kejadian tersebut.

Baca Juga:  Solidaritas Tanpa Sekat: Kodam IV/Diponegoro Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Aceh–Sumatera

Kabar kebakaran dengan cepat menyebar ke warga sekitar. Dalam hitungan menit, puluhan warga berdatangan ke lokasi untuk memberikan pertolongan. Mereka bahu-membahu berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dievakuasi sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Namun situasi semakin menegangkan. Di ruang tamu rumah tersebut ternyata terdapat lima unit sepeda motor yang diparkir. Keberadaan kendaraan yang masih menyimpan bahan bakar membuat kobaran api semakin ganas.

Api dengan cepat membesar dan menjalar ke bagian atap rumah. Asap tebal membumbung tinggi ke udara, sementara warga terus berupaya menyelamatkan harta benda yang masih bisa dijangkau.

Di tengah situasi yang mencekam, warga berhasil mengevakuasi satu unit sepeda motor keluar dari rumah sebelum api menguasai sebagian besar bangunan. Sementara kendaraan lainnya tidak sempat diselamatkan karena kobaran api terus membesar.

Baca Juga:  41 Orang Prajurit TNI Kodim 0703/Cilacap Terima Penghargaan Kenaikan Pangkat

Petugas pemadam kebakaran dari Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga akhirnya tiba di lokasi sekitar pukul 03.15 WIB. Sebanyak lima personel langsung bergerak melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk mencegah api kembali menyala.

Setelah berjibaku melawan kobaran api selama beberapa waktu, petugas akhirnya berhasil mengendalikan situasi. Sekitar pukul 03.30 WIB, api dinyatakan padam sepenuhnya.

Menurut Agus, respons cepat petugas pemadam kebakaran menjadi faktor penting yang mencegah kebakaran merembet ke bangunan lain yang berada cukup dekat dengan lokasi kejadian.

“Beruntung petugas pemadam cepat datang sehingga api tidak sampai menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi,” katanya, saat dihubungi Suaraglobal.com.

Baca Juga:  Peran Keluarga dalam Pemulihan: RSUD dr. Iskak Tetapkan Prosedur Kunjungan di Balai Rehabilitasi Napza

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut mengakibatkan kerusakan cukup parah. Sekitar 80 persen bagian atap rumah hangus terbakar. Selain itu, sejumlah sepeda motor yang berada di dalam rumah turut terdampak kobaran api.

Berdasarkan dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh puntung rokok yang menyambar bahan bakar dari salah satu sepeda motor yang diparkir di dalam rumah. Namun penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Akibat peristiwa tersebut, Paidi mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp80 juta.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran, terutama yang dipicu oleh kelalaian kecil seperti membuang puntung rokok sembarangan. Sebab dalam hitungan menit, api dapat berubah menjadi bencana yang menghanguskan tempat tinggal dan harta benda. (*)