Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa. Tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas operasional, perusahaan operator terminal peti kemas modern ini juga menaruh perhatian besar pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai ujung tombak pelayanan.

Sebagai langkah nyata, TTL bekerja sama dengan PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI) menggelar pelatihan bertajuk “Komunikasi Efektif untuk Pelayanan Prima” yang berlangsung pada 18–19 Juni 2026 di Hotel Aloft Surabaya.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat budaya pelayanan prima di seluruh lini organisasi sekaligus meningkatkan kompetensi pegawai agar mampu menghadirkan pengalaman pelanggan yang semakin baik.

Sebanyak 40 peserta dari TTL Group, mulai dari staf hingga jajaran senior leader, mengikuti kegiatan ini. Mereka dibekali berbagai keterampilan komunikasi yang dirancang untuk mendukung peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan di tengah dinamika industri kepelabuhanan dan logistik yang terus berkembang.

Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga membangun kesamaan persepsi bahwa pelayanan berkualitas merupakan tanggung jawab seluruh insan perusahaan. Melalui pemahaman yang sama, TTL berharap dapat terus meningkatkan kepuasan pelanggan, memperkuat daya saing perusahaan, dan menjaga keberlanjutan kinerja bisnis di masa depan.

Baca Juga:  Kades Bawang Banjarnegara Raih 3 Penghargaan Sekaligus dalam Event Paralegal Justice Awards 2023

Sebagai operator terminal peti kemas yang berorientasi pada kualitas layanan, TTL memandang kemampuan berkomunikasi secara efektif sebagai salah satu kompetensi yang sangat penting.

Dalam industri pelabuhan dan logistik, interaksi dengan pengguna jasa berlangsung setiap hari dan melibatkan berbagai pihak. Karena itu, kualitas komunikasi dinilai menjadi faktor strategis dalam membangun kepercayaan pelanggan, menjaga hubungan jangka panjang, serta memberikan solusi yang cepat dan tepat terhadap berbagai kebutuhan maupun kendala yang dihadapi pelanggan.

TTL menegaskan bahwa pelayanan prima tidak hanya menjadi tugas unit Customer Service atau Customer Care semata. Seluruh unit kerja memiliki kontribusi yang sama penting dalam membentuk pengalaman pelanggan yang positif.

Mulai dari petugas operasional di lapangan, planner, operation support, hingga tim Quality, Health, Safety, Security and Environment (QHSSE), semuanya memiliki peran dalam menentukan kualitas layanan yang dirasakan pelanggan.

Dalam sambutan pembukaan pelatihan, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan operasional perusahaan.

Menurutnya, TTL saat ini tengah mencatat pertumbuhan throughput atau arus peti kemas yang sangat signifikan. Kondisi tersebut menjadi indikator positif bagi perkembangan perusahaan, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan pelayanan yang semakin kompleks.

Baca Juga:  TNI AD Dukung Ketahanan Pangan: Kodim 0714/Salatiga Gelar Panen Raya Padi di Tuntang

“Ekspektasi pelanggan terus meningkat dan berbagai masukan yang kami terima harus menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk terus melakukan perbaikan,” ujar David.

Ia menambahkan bahwa meningkatnya volume layanan harus diimbangi dengan kesiapan seluruh pegawai dalam memberikan pelayanan yang cepat, responsif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

“Service excellence bukan hanya tanggung jawab fungsi Customer Service, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh pegawai PT Terminal Teluk Lamong. Setiap insan TTL, baik yang berada di lini operasional maupun fungsi pendukung, memiliki kontribusi dalam membentuk pengalaman pelanggan,” tegasnya.

David juga menekankan pentingnya kolaborasi dan budaya melayani dengan hati sebagai fondasi utama dalam membangun keunggulan layanan perusahaan.

“Dengan semangat kolaborasi dan budaya melayani dengan hati, saya yakin TTL mampu menghadirkan layanan yang konsisten, responsif, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pengguna jasa,” tambahnya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi penting yang relevan dengan kebutuhan pelayanan modern.

Materi tersebut meliputi konsep dasar service excellence, teknik membangun kesan pertama yang positif, komunikasi verbal dan nonverbal yang efektif, etika pelayanan melalui berbagai media komunikasi, hingga strategi menangani keluhan pelanggan secara profesional, objektif, dan berorientasi pada solusi.

Baca Juga:  Niatnya Sewa Truk Untuk Angkut Material, Tapi Justru Truk Digadaikan

Menariknya, pelatihan tidak hanya disampaikan melalui metode ceramah. Para peserta juga diajak aktif mengikuti diskusi kelompok, studi kasus, simulasi pelayanan, serta praktik langsung yang menggambarkan situasi kerja nyata di lingkungan operasional perusahaan.

Pendekatan interaktif tersebut diharapkan mampu membantu peserta memahami sekaligus mengimplementasikan materi secara lebih efektif dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Melalui kolaborasi bersama PMLI, TTL berharap seluruh peserta mampu menerapkan kompetensi yang diperoleh dalam setiap aktivitas operasional dan pelayanan kepada pelanggan.

Penguatan kapasitas SDM ini menjadi bagian dari transformasi berkelanjutan perusahaan untuk mewujudkan terminal peti kemas modern yang andal, profesional, inovatif, dan berdaya saing global.

Selain meningkatkan kualitas layanan, program ini juga diharapkan mampu memperkuat tingkat kepuasan dan loyalitas pelanggan yang selama ini menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan bisnis perusahaan.

Bagi TTL, keberhasilan operasional tidak hanya diukur dari tingginya produktivitas bongkar muat atau pertumbuhan throughput semata. Lebih dari itu, keberhasilan juga ditentukan oleh sejauh mana pelanggan merasakan kualitas layanan yang diberikan.

Karena pada akhirnya, pelayanan yang prima bukan sekadar standar kerja, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun kepercayaan, memperkuat hubungan dengan pelanggan, dan menjaga keberlanjutan bisnis di tengah persaingan industri logistik global yang semakin ketat. (*)