Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Kejuaraan Beladiri Polri Piala Kapolda Jawa Timur 2026 menjadi panggung pembuktian ketangguhan personel kepolisian dari berbagai daerah di Jawa Timur. Dari persaingan yang berlangsung ketat dan penuh semangat juang, Polres Kediri tampil sebagai kekuatan dominan dengan merebut gelar juara di kategori putra maupun putri.

Ajang bergengsi yang digelar di Lapangan Bola Voli Outdoor Mapolda Jawa Timur pada Jumat (19/6/2026) itu diikuti sebanyak 100 atlet, terdiri dari 76 atlet putra dan 24 atlet putri yang berasal dari 38 Polres, Polresta, Polrestabes serta satuan kerja di lingkungan Polda Jawa Timur.

Kejuaraan tersebut dibuka oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Timur, Kombes Pol Muhammad Kurniawan, yang hadir mewakili pimpinan Polda Jatim. Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan ini juga merupakan bagian dari pembinaan kemampuan dasar personel Polri agar tetap siap menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.

Sejak babak penyisihan dimulai, atmosfer pertandingan berlangsung panas. Para atlet menunjukkan kemampuan teknik, kecepatan, serta daya juang tinggi untuk memperebutkan tiket menuju babak final.

Baca Juga:  Aksi Bobol Toko di Bawean Gresik Terungkap, Dua Pemuda Berhasil Diringkus Polisi

Di kategori putra, perjalanan Polres Kediri menuju partai puncak tidak berjalan mudah. Mereka harus menghadapi perlawanan sengit dari Polres Ngawi pada babak semifinal. Namun berkat penampilan yang konsisten dan strategi yang matang, tim Kediri berhasil mengamankan kemenangan dan melangkah ke final.

Di sisi lain, Polres Madiun Kota memastikan tempat di partai puncak setelah sukses menyingkirkan Polres Banyuwangi yang sebelumnya tampil impresif sepanjang turnamen.

Sementara itu pada kategori putri, dominasi Polres Kediri juga mulai terlihat sejak babak semifinal. Tim putri Kediri berhasil mengatasi perlawanan Polres Bondowoso dan melaju ke final. Satu tiket final lainnya menjadi milik Polres Ngawi yang sukses mengalahkan Polres Trenggalek.

Memasuki partai final, pertandingan berlangsung semakin menarik. Sorak dukungan dari rekan-rekan sesama personel mewarnai setiap pertandingan yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh Jawa Timur.

Pada kategori putra, Polres Kediri tampil meyakinkan saat menghadapi Polres Madiun Kota. Dengan teknik yang matang dan mental bertanding yang kuat, mereka berhasil mengunci kemenangan sekaligus mengukuhkan diri sebagai juara.

Baca Juga:  Deltras FC Luncurkan Skuad Anyar, Bupati Subandi Janjikan Dukungan Penuh untuk Kebangkitan The Lobster

Keberhasilan tersebut kemudian dilanjutkan oleh tim putri Polres Kediri. Dalam laga final yang mempertemukan mereka dengan Polres Ngawi, tim Kediri kembali menunjukkan kualitas terbaiknya dan berhasil meraih kemenangan untuk memastikan gelar juara kedua.

Hasil tersebut menjadikan Polres Kediri sebagai juara umum dengan menyapu bersih gelar kategori putra dan putri.

Untuk kategori putra, medali perunggu bersama diraih oleh Polres Ngawi dan Polres Banyuwangi. Sedangkan pada kategori putri, medali perunggu bersama menjadi milik Polres Bondowoso dan Polres Trenggalek.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim, Kombes Pol Muhammad Kurniawan, menegaskan bahwa kemampuan beladiri merupakan salah satu kompetensi dasar yang wajib dimiliki setiap anggota Polri.

Menurutnya, kejuaraan tersebut tidak hanya berorientasi pada prestasi semata, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter, kedisiplinan, serta solidaritas antaranggota kepolisian.

“Beladiri merupakan salah satu kompetensi dasar yang wajib dimiliki setiap anggota Polri. Melalui kejuaraan ini kami ingin meningkatkan kemampuan teknis personel, membangun mental bertanding, sekaligus menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan soliditas antarsatuan,” ujar Kombes Pol Muhammad Kurniawan.

Baca Juga:  Korve Kalimas Jadi Simbol Kolaborasi, Surya Sembada Ambil Peran Jaga Sungai Surabaya

Di akhir kegiatan, Kurniawan memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat juang tinggi selama kompetisi berlangsung.

Ia juga mengingatkan bahwa kemenangan bukanlah tujuan utama, melainkan bagaimana setiap personel mampu membawa nilai-nilai sportivitas, disiplin, dan profesionalisme ke dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Kami mengucapkan selamat kepada para juara. Bagi yang belum berhasil menjadi yang terbaik, jadikan kejuaraan ini sebagai motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Yang paling penting adalah semangat kebersamaan dan profesionalisme yang terbangun selama kompetisi ini dapat terus dibawa dalam pelaksanaan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” pungkasnya.

Kejuaraan Beladiri Polri Piala Kapolda Jawa Timur 2026 pun menjadi bukti bahwa pembinaan fisik dan mental anggota Polri terus berjalan secara berkelanjutan. Selain melahirkan para juara, ajang ini juga memperkuat soliditas serta kesiapsiagaan personel dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. (*)