Laporan: Wahyu Widodo

KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Suasana bermain yang semula penuh keceriaan berubah menjadi duka mendalam. Seorang pelajar berinisial MRM (14), warga Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, meninggal dunia setelah tenggelam di kawasan Pintu Air Dusun Manggisan, Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Sabtu (27/6/2026) siang.

Korban diduga tenggelam setelah nekat melompat dari atas jembatan pintu air menuju kedung dengan kedalaman sekitar dua meter, meski sebelumnya telah diperingatkan oleh teman-temannya karena arus sungai cukup deras.

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Tengaran Iptu Budi Prihanto, S.H., menjelaskan bahwa peristiwa nahas tersebut diketahui sekitar pukul 14.00 WIB.

Sebelumnya, sekitar pukul 13.00 WIB korban bersama enam orang rekannya berangkat menuju lokasi untuk berenang dan bermain di sekitar pintu air.

Baca Juga:  Kunjungan Kasrem 073/Mkt Ke Kodim 0715/Kendal: Berikan Bantuan Sosial Dan Pasar Murah

“Setibanya di lokasi, korban bersama teman-temannya bermain dan berenang di sekitar pintu air. Korban kemudian melompat dari jembatan yang berada di samping pintu air. Sebelum melompat, korban sempat diperingatkan oleh teman-temannya karena kondisi arus air yang cukup deras,” terang Iptu Budi.

Menurut keterangan saksi, sesaat setelah melompat korban sempat muncul ke permukaan air. Dalam kondisi panik, korban berusaha meraih tangan dua rekannya yang berada di dekat lokasi. Namun derasnya arus membuat upaya penyelamatan tersebut gagal.

Tak lama kemudian tubuh korban kembali tenggelam dan hilang dari permukaan air.

Melihat kejadian tersebut, salah seorang teman korban berlari meminta bantuan kepada seorang pemancing yang sedang berada di sekitar lokasi. Bersama warga dan rekan-rekan korban, mereka berupaya melakukan pencarian hingga akhirnya korban berhasil ditemukan dan dievakuasi ke tepi sungai.

Baca Juga:  Terendus dari Laporan Warga, Polres Ngawi Amankan Hampir 30 Kg Sabu Senilai Miyaran Rupiah Asal Cina di Truk Misterius

Sayangnya, saat berhasil diangkat dari dalam air, korban sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri.

“Warga kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas setempat. Selanjutnya petugas piket SPKT Polsek Tengaran bersama Unit Inafis Polres Semarang datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara,” lanjut Kapolsek.

Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Tengaran guna menjalani pemeriksaan medis.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga kuat meninggal dunia akibat tenggelam.

Dari hasil penyelidikan polisi serta keterangan sejumlah saksi, diketahui korban memang tidak memiliki kemampuan berenang. Meski sudah diperingatkan oleh teman-temannya agar tidak melompat ke kedung karena arus cukup deras dan kedalaman mencapai sekitar dua meter, korban tetap nekat melompat hingga akhirnya menjadi korban tenggelam.

Baca Juga:  Polri Gelar FGD di Malang: Strategi Pengamanan Pilkada 2024 di Jawa Timur

Peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan sungai maupun pintu air yang memiliki arus deras dan kedalaman berbahaya.

Atas kejadian itu, Polres Semarang mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama saat bermain di lokasi yang berpotensi membahayakan.

Selain itu, masyarakat juga diminta terus mengingatkan anak-anak agar tidak berenang di sungai, pintu air, maupun kawasan berarus deras demi mencegah terulangnya peristiwa serupa. (*)