Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Gemuruh tepuk tangan dan sorak sorai para pemain, pelatih, serta orang tua mengiringi penutupan Turnamen Sepak Bola Pembinaan Usia Dini U-10 dan U-12 Piala Kapolres Salatiga Cup Tahun 2026 yang berlangsung di Stadion Kridanggo, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Minggu (28/6/2026).

Turnamen yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 itu resmi ditutup oleh Kapolres Salatiga, AKBP Ade Papa Rihi, S.H., S.I.K., M.H. setelah selama dua hari menyajikan pertandingan penuh semangat, sportivitas, dan bakat-bakat muda yang menjanjikan.

Puluhan tim dari berbagai daerah ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Tidak hanya mengejar gelar juara, para peserta juga memperoleh pengalaman berharga dalam mengasah kemampuan teknik, mental bertanding, kedisiplinan, hingga membangun karakter positif sejak usia dini.

Prosesi penutupan turut dihadiri Ketua Askot PSSI Kota Salatiga Ir. Syahdhani Onang Prastowo, S.T., M.T., KBO Satintelkam Polres Salatiga IPTU Agung Bayu, S.N., Ketua Panitia M. Ibnu, jajaran panitia penyelenggara, para pelatih, peserta, serta ratusan orang tua yang setia memberikan dukungan sepanjang turnamen berlangsung.

Baca Juga:  Curah Hujan Yang Sangat Tinggi Akibatkan Beberapa Titik di Surabaya Tergenang 

Dalam sambutannya, Kapolres Salatiga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan turnamen, mulai dari Askot PSSI, panitia, wasit, pelatih, peserta hingga para orang tua.

Menurutnya, keberhasilan sebuah turnamen bukan hanya diukur dari siapa yang berdiri di podium juara, tetapi dari bagaimana para pemain menunjukkan sikap sportif, disiplin, kerja sama tim, dan semangat pantang menyerah selama pertandingan berlangsung.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh tim yang berhasil meraih prestasi. Bagi yang belum berhasil menjadi juara, jangan berkecil hati. Teruslah berlatih, tingkatkan kemampuan, dan jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik. Yang terpenting adalah semangat, disiplin, sportivitas, dan rasa percaya diri dalam meraih cita-cita,” ujar AKBP Ade Papa Rihi.

Kapolres juga memberikan penghargaan kepada seluruh orang tua dan pelatih yang selama ini menjadi pendamping utama dalam mengembangkan bakat sepak bola anak-anak.

Menurutnya, pembinaan olahraga sejak usia dini merupakan investasi penting untuk melahirkan generasi muda yang sehat, tangguh, disiplin, serta mampu membawa nama daerah hingga Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.

Baca Juga:  JOGO SUROBOYO Bergerak! Polisi Pantau Distribusi Solar 24 Jam, Antrean SPBU di Surabaya Jadi Prioritas

“Anak-anak adalah aset bangsa. Melalui pembinaan olahraga sejak usia dini, kita berharap akan lahir generasi yang sehat, berkarakter, disiplin, serta mampu mengharumkan nama daerah bahkan Indonesia di masa depan. Polres Salatiga akan terus mendukung kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi generasi muda,” tegasnya.

Selain penyerahan piala kepada para juara, panitia juga memberikan penghargaan individu kepada pemain-pemain terbaik yang tampil impresif sepanjang turnamen.

Predikat Top Skor berhasil diraih Brian dari klub Asa Mandiri setelah mengoleksi 12 gol. Sementara gelar Penjaga Gawang Terbaik diberikan kepada Kelvin Dimas dari klub Pandanaran, sedangkan penghargaan Pemain Terbaik disabet Lutfi Praka Zaidan dari klub Wajar Magelang berkat penampilan konsisten dan kontribusinya selama kompetisi.

Pada kategori U-10, Wajar Magelang sukses keluar sebagai Juara I, disusul Pandanaran sebagai Juara II, Asa Mandiri di posisi Juara III, dan Nurista menempati Juara IV.

Baca Juga:  Berniat Berwisata Bocah 7 Tahun Tenggelam di Kolam Renang Seva Garden

Prosesi penyerahan trofi, piala, medali, serta penghargaan individu berlangsung meriah. Senyum bangga para pemain cilik berpadu dengan tepuk tangan dan sorak bahagia dari para orang tua yang memenuhi tribun Stadion Kridanggo, menciptakan suasana haru sekaligus penuh kebanggaan.

Turnamen ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Salatiga dalam mendukung pembinaan olahraga usia dini sekaligus mempererat sinergi antara Polri, insan olahraga, pemerintah, dan masyarakat.

Melalui ajang ini diharapkan semakin banyak bibit pesepak bola berbakat yang lahir dari Kota Salatiga dan daerah sekitarnya, sehingga mampu mengukir prestasi di tingkat regional, nasional, bahkan internasional.

Seluruh rangkaian pertandingan final hingga acara penutupan berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif. Keberhasilan penyelenggaraan turnamen ini menjadi cerminan kuatnya kolaborasi antara Polri, panitia, peserta, pelatih, dan masyarakat dalam menghadirkan kegiatan olahraga yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga edukatif dan sarat nilai kebersamaan dalam semangat Hari Bhayangkara ke-80. (*)