Laporan: Andy Saputra

SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya komitmen seluruh pelaku industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, industri yang memanfaatkan sumber daya air harus memiliki tanggung jawab besar dalam melestarikan sumber air agar tetap tersedia bagi generasi mendatang.

Penegasan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat menerima audiensi Asosiasi Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) Jawa Tengah–DIY di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (1/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Luthfi mengingatkan bahwa pertumbuhan industri harus berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan. Pemanfaatan air tanah, kata dia, tidak boleh dilakukan secara berlebihan dan harus mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Pembatasan air tanah harus betul-betul kita patuhi,” tegas Luthfi.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong seluruh pelaku industri AMDK untuk mengelola sumber daya air secara berkelanjutan. Salah satu langkah yang harus diperkuat adalah pelaksanaan program konservasi melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Baca Juga:  Polres Pasuruan Kawal Aksi Damai Mahasiswa di TMP Bangil, Doakan Korban dan Teguhkan Sikap Moral

Menurutnya, keberadaan industri tidak hanya diukur dari besarnya investasi maupun produksi, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Selain konservasi air, Luthfi juga meminta industri AMDK mulai menerapkan prinsip ekonomi sirkular. Langkah tersebut meliputi efisiensi penggunaan air dan energi, pengurangan emisi karbon, hingga pengelolaan limbah secara bertanggung jawab.

Ia juga mendorong perusahaan memperkuat kolaborasi dengan bank-bank sampah di berbagai daerah agar sampah plastik hasil konsumsi masyarakat dapat kembali diolah menjadi bahan baku yang bernilai ekonomi.

“Kita ingin industri berkembang, tetapi lingkungan juga tetap terjaga. Karena keberlanjutan menjadi kunci bagi masa depan Jawa Tengah,” ujarnya.

Baca Juga:  Perang Tanpa Kompromi! Ditjenpas Jateng & BNN Sisir Pegawai Lewat Tes Urine

Sementara itu, Ketua Umum DPP Amdatara, Karyanto Wibowo, mengungkapkan bahwa industri AMDK nasional saat ini masih menunjukkan pertumbuhan positif sekitar 5,5 persen setiap tahun.

Dari sekitar 710 perusahaan AMDK yang beroperasi di Indonesia, sekitar 130 perusahaan berada di wilayah Jawa Tengah, menjadikan provinsi ini sebagai salah satu pusat industri AMDK nasional.

Karyanto memastikan seluruh anggota Amdatara memiliki komitmen untuk mendukung pelestarian lingkungan, terutama melalui konservasi sumber daya air dan pengelolaan sampah plastik.

“Maka kami berupaya melakukan program konservasi untuk menjaga ketersediaan air,” katanya.

Ia menjelaskan, berbagai perusahaan AMDK di Jawa Tengah telah melaksanakan sejumlah program nyata. Salah satunya adalah penanaman sekitar 2.000 pohon sebagai bagian dari upaya menjaga daerah resapan air.

Tidak hanya itu, industri AMDK juga mulai membangun fasilitas pengolahan sampah di sejumlah wilayah seperti Semarang, Salatiga, dan Wonosobo sebagai bentuk dukungan terhadap pengurangan limbah plastik.

Baca Juga:  Jawa Tengah Gandeng Uni Eropa Perluas Produksi Beras Rendah Karbon: Inovasi Hijau Demi Ketahanan Pangan Dunia

Lebih jauh, Amdatara juga membuka peluang menjadi offtaker atau pembeli plastik hasil daur ulang dari masyarakat. Plastik yang telah diproses nantinya akan dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku untuk menghasilkan produk baru sehingga mendukung penerapan ekonomi sirkular.

Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan rantai pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat yang bergerak di sektor pengumpulan dan pengolahan sampah.

Audiensi antara Amdatara dengan Gubernur Jawa Tengah itu juga dimanfaatkan untuk menyampaikan rencana pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Amdatara Jawa Tengah–DIY, yang diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri dalam mewujudkan industri AMDK yang maju, bertanggung jawab, dan ramah lingkungan. (*)