Laporan: Wahyu Widodo

KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Suasana tenang di Pemakaman Umum (TPU) Petung, Lingkungan Merakrejo, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Bawen, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah warga menemukan jenazah seorang bayi laki-laki yang diduga sengaja dikuburkan secara sembunyi-sembunyi, Kamis (2/7/2026) pagi.

Penemuan tersebut bermula saat seorang warga, Jarwadi (42), selesai berziarah sekaligus membersihkan makam orang tuanya sekitar pukul 06.15 WIB. Ketika hendak meninggalkan lokasi, ia mencium aroma menyengat yang berasal dari salah satu gundukan tanah di dekat makam keluarga.

Rasa penasaran membuat Jarwadi mencari sumber bau tersebut. Betapa terkejutnya ia saat melihat sepotong kain putih menyerupai kain kafan yang tampak keluar dari balik tanah.

Baca Juga:  Dua Kios Yang Diduga Digunakan Praktek Prostitusi Dibongkar Polisi Dan Pemdes Purwasaba

Karena khawatir terjadi sesuatu, Jarwadi segera pulang dan memberitahukan temuannya kepada tetangganya, Mustofa Arifin (47). Keduanya kemudian kembali ke lokasi sekitar pukul 06.30 WIB untuk memastikan kondisi tersebut sebelum akhirnya melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas setempat.

Kapolsek Bawen AKP Wiwid Wijayanti, SH., MH. membenarkan adanya laporan dari masyarakat terkait penemuan tersebut.

“Saksi selanjutnya pulang dan memberitahukan temuannya kepada tetangganya Mustofa Arifin. Keduanya kemudian kembali ke lokasi sekitar pukul 06.30 WIB dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas setempat,” terang AKP Wiwid.

Mendapat laporan itu, personel Polsek Bawen bersama Unit Inafis, Samapta Polres Semarang, serta petugas medis dari Puskesmas Bawen langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga:  Orpes Generasi XIV Resmi Dikukuhkan, Dispendik Surabaya Perkuat Kolaborasi Pelajar

Setelah dilakukan pemeriksaan awal, petugas menemukan jenazah seorang bayi laki-laki yang terkubur di dalam tanah. Selanjutnya jenazah dievakuasi menuju RS Bhayangkara untuk menjalani autopsi sebagai bagian dari proses penyelidikan.

AKP Wiwid menjelaskan, autopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian bayi sekaligus membantu mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Sementara itu, hasil pemeriksaan awal yang dilakukan dokter Puskesmas Bawen, dr. Septian Arief, menunjukkan bahwa bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan 1.743 gram dan panjang tubuh 51 sentimeter.

Baca Juga:  Jumat Berkah, Satlantas Gresik Tak Hanya Beri Sembako, Tanamkan Kepedulian Sosial di Pesantren

Berdasarkan pemeriksaan medis, bayi diperkirakan telah berada di luar kandungan selama satu hingga dua hari. Usia kandungannya mencapai sembilan bulan, sehingga dinilai telah viabel atau layak dilahirkan.

Hingga kini, jajaran Polsek Bawen bersama Satreskrim Polres Semarang masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua bayi, kronologi lengkap kejadian, serta kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam kasus tersebut.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi sekecil apa pun terkait peristiwa ini agar segera melapor kepada aparat kepolisian terdekat. Keterangan dari masyarakat diharapkan dapat membantu mempercepat pengungkapan kasus penemuan jenazah bayi yang menggegerkan warga Bawen tersebut. (*)