Laporan: Wahyu Widodo

BOYOLALI | SUARAGLOBAL.COM – Komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari aksi perundungan terus digencarkan Polres Boyolali. Melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas), jajaran kepolisian turun langsung ke SD Negeri 1 Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Selasa (14/7/2026), untuk memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada para siswa dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Kegiatan ini menjadi langkah nyata Polres Boyolali dalam menanamkan karakter positif kepada anak-anak sejak dini. Tidak hanya mengenalkan pentingnya hidup rukun, para siswa juga diajak memahami bahaya bullying yang dapat meninggalkan dampak psikologis maupun sosial bagi korban.

Penyuluhan dipimpin langsung oleh Kanit Bintibsos Sat Binmas Polres Boyolali, Aiptu Fatmawati Listyorini, bersama personel Sat Binmas. Dengan metode penyampaian yang komunikatif dan mudah dipahami, para siswa diajak mengenali berbagai bentuk perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun melalui tindakan yang dapat menyakiti perasaan teman.

Baca Juga:  Karnaval HUT ke-81 RI di Sine Meriah, Semangat Gotong Royong dan Budaya Lokal Jadi Sorotan

Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Fatmawati menekankan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik. Karena itu, setiap siswa diharapkan mampu saling menghormati, saling membantu, dan tidak ragu melaporkan apabila menemukan tindakan bullying di lingkungan sekolah.

Selain mengangkat tema anti-bullying, kegiatan juga diisi dengan edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas yang disampaikan oleh Brigadir Afrizal Agum Yonanda, S.H. Para siswa dikenalkan pada aturan dasar berlalu lintas, pentingnya mematuhi rambu-rambu, menggunakan perlengkapan keselamatan, hingga membiasakan sikap disiplin saat berada di jalan.

Baca Juga:  Persaudaraan Perantau Bima-Dompu Menggema di Lapangan Golf Pondok Cabe: Turnamen BIDOM Berlangsung Meriah

Materi tersebut diberikan sebagai upaya membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini. Harapannya, anak-anak tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mampu menjadi pelopor keselamatan bagi dirinya sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.

Suasana penyuluhan berlangsung hangat dan penuh semangat. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap materi yang diberikan. Berbagai pertanyaan pun muncul dalam sesi diskusi, mulai dari cara menghadapi teman yang suka mengejek hingga pentingnya memakai helm saat dibonceng sepeda motor.

Interaksi aktif antara polisi dan para pelajar membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan. Edukasi yang dikemas secara ringan dan komunikatif membuat pesan-pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami oleh anak-anak.

Baca Juga:  Kecelakaan Maut: Bus Tabrak Sepeda Motor di Tulungagung, Pengendara Meninggal di Tempat

Melalui kegiatan ini, Polres Boyolali berharap lahir generasi muda yang berkarakter, memiliki keberanian menolak segala bentuk perundungan, menjunjung tinggi rasa saling menghargai, serta memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan berlalu lintas.

Seluruh rangkaian kegiatan pembinaan dan penyuluhan berlangsung aman, tertib, lancar, serta kondusif. Program ini menjadi salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah dunia pendidikan dalam mendukung terwujudnya sekolah yang ramah anak, bebas bullying, dan mampu mencetak generasi penerus bangsa yang berakhlak, disiplin, serta bertanggung jawab. (*)