Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan terobosan dalam dunia pendidikan melalui Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan). Program unggulan ini tidak hanya mengubah wajah sekolah menjadi lebih hijau dan produktif, tetapi juga menjadi strategi nyata memperkuat ketahanan pangan sekaligus membentuk karakter generasi muda yang mandiri, kreatif, dan berjiwa wirausaha.

Program SIKAP kini telah melibatkan ratusan SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Melalui program ini, lahan kosong di lingkungan sekolah yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini disulap menjadi kebun produktif, kolam budidaya ikan, peternakan, hingga instalasi hidroponik yang menghasilkan berbagai komoditas pangan.

Inovasi tersebut menjadi bukti bahwa sekolah tidak lagi sekadar menjadi tempat belajar teori, tetapi juga laboratorium kehidupan yang mengajarkan peserta didik bagaimana menghasilkan pangan secara mandiri.

Baca Juga:  Polres Pasuruan Kota Tindak Tegas! Diduga Balap Liar, Belasan Motor Tanpa Surat Diamankan

Meski secara resmi diluncurkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Januari 2026, Program SIKAP sejatinya telah dijalankan sejak akhir 2025 melalui sejumlah sekolah percontohan. Kesuksesan implementasi tahap awal membuat Dindik Jatim semakin percaya diri memperluas program tersebut ke ratusan sekolah di seluruh provinsi.

Dalam pelaksanaannya, Program SIKAP melibatkan ratusan ribu guru dan peserta didik. Mereka bersama-sama mengelola lahan sekolah mulai dari proses pengolahan tanah, penanaman, perawatan tanaman, budidaya ikan dan ternak, hingga panen dan pengolahan hasil menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Pendekatan learning by doing menjadi roh utama program ini. Para siswa tidak hanya memahami konsep ketahanan pangan melalui buku pelajaran, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung yang memperkuat keterampilan hidup, meningkatkan kreativitas, melatih tanggung jawab, serta membangun kemampuan bekerja sama dalam tim.

Baca Juga:  Pembinaan KBT Korem 073/Mkt di Umbul Senjoyo Karena Sejarah Joko Tingkir

Lebih dari sekadar media pembelajaran, hasil panen dari Program SIKAP juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Berbagai hasil pertanian, sayuran segar, produk olahan pangan, hingga hasil budidaya sekolah rutin dipamerkan dalam bazar pendidikan serta mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dan kegiatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Program ini sekaligus menjadi wadah pembentukan karakter peserta didik. Melalui setiap tahapan produksi pangan, siswa belajar mengenai pentingnya disiplin, kepedulian terhadap lingkungan, pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, serta pentingnya menjaga kemandirian pangan sebagai bagian dari masa depan bangsa.

Tak berhenti di sektor pertanian, Program SIKAP juga memperkenalkan dunia kewirausahaan sejak dini. Para siswa diajak mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tambah, merancang kemasan yang menarik, hingga mempelajari strategi pemasaran agar mampu bersaing di dunia usaha setelah lulus nanti.

Baca Juga:  EAZI Jadi Jurus Baru TPK Berlian: Kapal Berganti, Logistik Makin Lancar

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menilai Program SIKAP menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan tidak harus selalu berbasis teknologi digital. Pemanfaatan lingkungan sekolah secara produktif mampu menghadirkan manfaat yang jauh lebih luas, mulai dari peningkatan kualitas pembelajaran, pemberdayaan masyarakat, hingga mendukung program ketahanan pangan nasional.

Ke depan, Dindik Jatim berkomitmen terus memperluas implementasi Program SIKAP agar semakin banyak sekolah ikut berkontribusi menciptakan lingkungan pendidikan yang produktif, mandiri, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Melalui program tersebut, sekolah diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan hidup, jiwa kewirausahaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kesiapan menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan ketahanan pangan Indonesia. (*)