Cetak 17 Wartawan Kompeten! UKW PWI Jateng-Semen Gresik Torehkan Sejarah Nasional ke-864

Laporan: Wahyu Widodo
SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak insan pers yang profesional dan berintegritas. Melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-42 bekerja sama dengan PT Semen Gresik, sebanyak 17 wartawan berhasil dinyatakan kompeten setelah menjalani serangkaian ujian yang berlangsung selama dua hari di Hotel Whiz Semarang, Rabu (22/7/2026).
UKW yang digelar sejak Selasa (21/7/2026) itu menjadi momentum penting bagi dunia jurnalistik Indonesia. Dari 18 peserta yang mengikuti ujian pada jenjang Muda, Madya, hingga Utama, hanya satu peserta yang belum berhasil memenuhi standar kompetensi.
Proses penilaian dilakukan oleh tim asesor berpengalaman, yakni Sasongko Tedjo untuk jenjang Utama, Amir Machmud NS untuk jenjang Madya, serta Setiawan Hendra Kelana sebagai penguji jenjang Muda.
Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana, saat membacakan hasil UKW, mengungkapkan bahwa pelaksanaan di Semarang memiliki nilai sejarah tersendiri. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan UKW ke-864 yang diselenggarakan PWI secara nasional.
Dengan tambahan 17 wartawan kompeten dari Semarang, jumlah wartawan yang telah mengantongi sertifikat kompetensi di bawah naungan PWI meningkat dari 20.796 orang menjadi 20.813 wartawan di seluruh Indonesia.
“Pelaksanaan UKW di Semarang ini menjadi catatan penting karena merupakan UKW ke-864 secara nasional. Bertambahnya 17 wartawan kompeten semakin memperkuat kualitas SDM pers Indonesia,” ujar Iwan, sapaan akrab Setiawan Hendra Kelana.
Namun, Iwan mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar.
Menurutnya, kartu dan sertifikat kompetensi harus menjadi pengingat bagi setiap wartawan untuk terus menjaga profesionalisme, meningkatkan kualitas karya jurnalistik, serta tetap berpegang teguh pada Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan seluruh ketentuan hukum yang berlaku.
“Sertifikat dan kartu UKW ini adalah awal. Tugas besar sudah menanti bagaimana wartawan menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, beretika, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” tegasnya.
Apresiasi juga datang dari Sekretaris Dewan Penasihat PWI Pusat, Sasongko Tedjo, yang secara resmi menutup pelaksanaan UKW. Ia memberikan penghargaan kepada PWI Jawa Tengah dan PT Semen Gresik yang dinilai konsisten mendukung peningkatan kualitas wartawan melalui penyelenggaraan UKW secara berkelanjutan.
Menurut Sasongko, kompetensi wartawan menjadi modal utama dalam menjaga kredibilitas media di tengah derasnya arus informasi digital yang terus berkembang.
Sementara itu, peserta UKW jenjang Utama, Rony Yuwono, Kepala Biro Kota Suara Merdeka, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti ujian.
Ia menyebut materi yang diberikan tidak hanya menguji kemampuan teknis jurnalistik, tetapi juga memperkuat pemahaman mengenai etika, hukum pers, hingga strategi pengelolaan redaksi.
“Kesadaran berjurnalistik, pemahaman kode etik, dan hukum pers saya menjadi jauh lebih segar. Banyak wawasan baru yang saya dapat, terutama dalam menyusun tajuk rencana, menganalisis kebijakan redaksi, merancang kanal berita, hingga materi liputan investigasi yang sangat menantang,” ungkap Rony.
Hal senada disampaikan M. Tohri dari Kabar24.com yang mengikuti UKW jenjang Madya. Ia menilai materi ujian telah mengikuti perkembangan industri media digital sehingga sangat relevan dengan tantangan jurnalistik masa kini.
“Materi UKW sangat menantang karena banyak membahas media siber. Saya memperoleh banyak pembelajaran dan berharap semakin banyak wartawan, khususnya di Kebumen, dapat memperoleh kesempatan mengikuti UKW seperti ini,” ujarnya.
Di jenjang Muda, Sudarno dari Pikiran Rakyat Jateng juga mengaku mendapatkan pengalaman berharga. Menurutnya, atmosfer UKW bukan hanya menguji kemampuan jurnalistik, tetapi juga mental serta kedisiplinan seorang wartawan profesional.
Ia optimistis pengalaman tersebut akan menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas, integritas, serta standar etika dalam menjalankan profesi jurnalistik.
Acara penutupan UKW turut dihadiri Ketua Dewan Kehormatan PWI Jawa Tengah Amir Machmud NS, Sekretaris PWI Jawa Tengah Achmad Ris Ediyanto, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Alkomari, Wakil Ketua Bidang Organisasi Sunarto, Wakil Sekretaris Suparningsih, serta Ketua Badan Khusus UKW R. Widiyartono.
Berakhirnya UKW Angkatan ke-42 ini menjadi bukti nyata bahwa peningkatan kompetensi wartawan terus menjadi prioritas PWI Jawa Tengah bersama PT Semen Gresik. Dengan lahirnya 17 wartawan kompeten baru, diharapkan kualitas pemberitaan di Indonesia semakin profesional, independen, berintegritas, serta mampu menjaga kepercayaan publik terhadap pers nasional. (*)












Tinggalkan Balasan