Laporan: Wahyu Widodo

KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Suasana perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (11/8/2026), berlangsung meriah. Bukan hanya dihiasi berbagai perlombaan khas Agustusan, ratusan pelajar dari jenjang SD hingga SMA/SMK ikut turun gelanggang menampilkan Tari Keprajuritan.

Dengan gerakan penuh semangat, mimik wajah serius, hingga aksi pedang di penghujung tarian, para pelajar seolah mengajak penonton kembali menyelami perjuangan para pahlawan saat merebut kemerdekaan.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menyemarakkan pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran.

Berdasarkan data panitia, sedikitnya 42 SD serta tujuh SMP dan SMA/SMK di wilayah Kecamatan Tengaran ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Jika ditotal, sekitar 900 pelajar ikut ambil bagian dalam lomba yang untuk pertama kalinya digelar di Kecamatan Tengaran.

Kemeriahan bahkan sudah terasa sejak awal acara. Kegiatan diawali dengan flashmob yang diikuti para peserta dan tamu undangan. Suasana pun sontak menjadi semarak ketika para peserta bersama-sama mengikuti gerakan yang telah disiapkan.

Setelah itu, para peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam membawakan Tari Keprajuritan.

Baca Juga:  Deklarasi dan Penandatanganan Komitmen Pelajar Anti Tawuran, Isi Acara MRSF Polresta Magelang

Gerakan tari yang ditampilkan bukan sekadar rangkaian koreografi. Di balik setiap gerakan terdapat pesan tentang keberanian, kegigihan, persatuan, dan perjuangan para prajurit dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Puncaknya, suasana semakin dramatis ketika para penari memperagakan aksi menggunakan pedang. Gerakan tersebut menggambarkan perjuangan para prajurit yang pantang menyerah menghadapi musuh demi mempertahankan tanah air.

Ketua Korwilbidikcam Tengaran, Eko Lesmono, S.Pd., M.Pd., mengatakan lomba Tari Keprajuritan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI sekaligus upaya ikut memeriahkan kegiatan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil.

Menurutnya, lomba tersebut menjadi momentum istimewa karena baru pertama kali diselenggarakan di tingkat Kecamatan Tengaran.

“Kalau lomba Tari Keprajuritan ini yang pertama kalinya diselenggarakan di Kecamatan Tengaran. Antusias peserta dan penonton bagus sekali. Terbukti kegiatan diikuti ratusan siswa mulai SD, SMP dan SMU di wilayah Kecamatan Tengaran,” kata Eko kepada wartawan.

Ia menjelaskan, Tari Keprajuritan sendiri bukan kesenian yang baru dikenal masyarakat Kabupaten Semarang. Kesenian tersebut telah berkembang di wilayah Kabupaten Semarang sejak sekitar satu dekade lalu.

Namun, terdapat perubahan dalam penyajiannya. Jika dahulu Tari Keprajuritan dapat ditampilkan hingga sekitar 30 menit, kini durasinya dipadatkan menjadi kurang lebih tujuh menit.

Baca Juga:  Kreasi Goni Naik Kelas, Pertamina Angkat UMKM Wonosari ke Kancah Nasional

Pemadatan durasi tersebut membuat tarian menjadi lebih praktis untuk ditampilkan, tanpa menghilangkan pesan utama yang ingin disampaikan.

Eko menuturkan, salah satu pesan penting dalam tarian tersebut adalah menggambarkan kegigihan para pejuang ketika berjuang merebut kemerdekaan.

Karena itu, para peserta tidak hanya dituntut mampu menghafal gerakan, tetapi juga harus mampu menampilkan ekspresi dan semangat perjuangan melalui mimik wajah.

“Kami dari Korwil mengapresiasi semangat murid-murid dalam membawakan tarian dengan penuh semangat dan mimik muka serius. Ada sekitar 900 anak yang mengikuti lomba,” ujarnya.

Eko yang juga Ketua PGRI Kabupaten Semarang tersebut menambahkan, kegiatan itu sekaligus menjadi salah satu upaya untuk menjaga agar budaya dan kesenian warisan leluhur tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial. Anak-anak sebagai generasi penerus perlu diperkenalkan secara langsung dengan kesenian daerah sehingga memiliki rasa bangga terhadap warisan budaya yang dimiliki.

“Ini juga untuk melestarikan budaya leluhur, berupaya melestarikan Tari Keprajuritan,” tegasnya.

Tak hanya Tari Keprajuritan, kemeriahan kegiatan di Desa Cukil juga diramaikan dengan lomba olahraga yang tak kalah menarik perhatian.

Baca Juga:  Kebakaran Hebat Landa Tiga Rumah di Tingkir Lor Salatiga, Kerugian Ditaksir Rp 1 Miliar

Panitia menggelar lomba voli menggunakan bola berukuran raksasa. Pertandingan tersebut sontak mengundang perhatian peserta maupun penonton karena menyajikan suasana yang berbeda dari pertandingan voli pada umumnya.

Gelak tawa dan sorak-sorai pun mewarnai jalannya perlombaan.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi gambaran bagaimana momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat kebersamaan, menanamkan nilai perjuangan, sekaligus mengenalkan budaya kepada generasi muda.

Apalagi, kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil, sehingga kemeriahan peringatan kemerdekaan terasa semakin lengkap.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Tengaran Sri Sulistyorini, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Semarang Pujo Pramudjito, serta perwakilan Polsek dan Koramil Tengaran.

Semangat ratusan pelajar yang tampil di arena menjadi warna tersendiri dalam perayaan HUT RI tahun ini. Dari gerakan tari hingga pedang yang terhunus di akhir pertunjukan, pesan yang dibawa para pelajar itu sederhana namun kuat: semangat perjuangan para pahlawan harus terus dikenang dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (*)