Bukan Tawuran, Bukan Balap Liar! Ini “Resep Keren” Kapolres Salatiga Saat Jadi Pembina Upacara di SMKN 1

Laporan: Wahyu Widodo
SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM — Senin pagi di SMK Negeri 1 Salatiga, 31 Agustus 2026, terasa sedikit berbeda. Di tengah suasana khidmat upacara bendera, para siswa tidak hanya mendengarkan amanat tentang kedisiplinan, tetapi juga mendapatkan “bekal kehidupan” langsung dari Kapolres Salatiga AKBP Jonathan David Harianthono, S.I.K., M.H.
Kapolres Salatiga hadir sebagai pembina upacara. Di hadapan Kepala Sekolah, para guru, tenaga kependidikan dan seluruh siswa SMKN 1 Salatiga, ia menyampaikan pesan khusus agar para pelajar ikut menjadi bagian dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan kondusif.
Pesannya cukup panjang, tetapi satu garis besarnya sangat jelas: jangan sampai masa depan yang masih panjang rusak hanya karena keputusan sesaat.
“Masa depan kalian ditentukan oleh pilihan-pilihan yang kalian buat mulai hari ini. Jangan rusak masa depan hanya karena keputusan sesaat,” pesan Kapolres.
Pesan tersebut menjadi pembuka bagi sederet nasihat Kapolres yang sangat dekat dengan kehidupan para pelajar.
Mulai dari tawuran, kekerasan, narkoba, minuman keras, balap liar, bullying, keselamatan berlalu lintas hingga aktivitas di media sosial, semuanya menjadi perhatian.
Keren Bukan Berarti Harus Jadi Jagoan Tawuran
Di hadapan para siswa, AKBP Jonathan mengingatkan agar pelajar tidak mudah terbawa emosi maupun pengaruh lingkungan.
Menurutnya, masa remaja adalah fase penting untuk membangun karakter. Karena itu, keputusan yang diambil hari ini harus dipikirkan dampaknya terhadap masa depan.
Pelajar diminta menjauhi tawuran, kekerasan, narkoba, minuman keras, balap liar serta berbagai perilaku lain yang dapat berujung pada persoalan hukum.
Ia juga mengajak para siswa memahami kembali arti berani, hebat dan keren.
“Berani itu bukan berani berkelahi. Hebat itu bukan membuat orang lain takut. Keren itu bukan melanggar aturan. Anak muda yang benar-benar hebat adalah anak muda yang mampu mengendalikan dirinya sendiri,” tegas AKBP Jonathan David Harianthono.
Kalimat tersebut seolah menjadi “rem” bagi anggapan bahwa keberanian harus dibuktikan dengan kekerasan.
Justru sebaliknya. Menurut Kapolres, kemampuan mengendalikan diri merupakan salah satu bentuk keberanian yang sesungguhnya.
Sekolah Aman Dimulai dari Diri Sendiri
Dengan tema “Menciptakan Suasana Aman, Nyaman, dan Kondusif”, Kapolres menegaskan bahwa keamanan bukan semata-mata tanggung jawab kepolisian.
Seluruh elemen masyarakat memiliki peran, termasuk para pelajar.
Lingkungan sekolah menjadi tempat paling sederhana untuk memulainya.
Jika terjadi perbedaan pendapat dengan teman, misalnya, persoalan tersebut sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi, bukan kekerasan.
Begitu pula ketika melihat teman menjadi korban bullying.
Para siswa diminta tidak ikut menertawakan atau mempermalukan korban. Sebaliknya, mereka diminta memberikan dukungan dan melaporkan persoalan tersebut kepada guru.
Kapolres juga meminta pelajar berani menolak ajakan melakukan tawuran, balap liar, penyalahgunaan narkoba, minuman keras maupun kegiatan lain yang melanggar hukum.
“Jangan takut dianggap tidak kompak. Justru orang yang berani mengatakan tidak terhadap sesuatu yang salah adalah orang yang mempunyai prinsip,” pesan AKBP Jonathan David Harianthono.
Jempol Kecil, Dampaknya Bisa Gede!
Jika dunia nyata memiliki berbagai tantangan, dunia maya juga tidak kalah berbahaya.
Karena itu, penggunaan media sosial menjadi salah satu pesan khusus Kapolres kepada para pelajar.
Siswa diingatkan agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar. Lebih penting lagi, mereka diminta tidak ikut menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.
Kapolres mengajak para siswa membiasakan diri berpikir sebelum mengunggah, berkomentar maupun membagikan informasi.
“Jempol kita memang kecil, tetapi akibat dari apa yang kita tulis bisa sangat besar. Gunakan teknologi untuk belajar, berkarya, membangun jaringan dan menunjukkan prestasi kalian,, jangan pernah menyebarkan berita hoaks,” pesan AKBP Jonathan David Harianthono.
Pesannya sederhana: media sosial jangan hanya digunakan untuk mengejar eksistensi.
Teknologi justru dapat menjadi kendaraan untuk belajar, berkarya, membangun relasi dan menunjukkan prestasi.
Perhatian berikutnya diarahkan pada keselamatan berlalu lintas, terutama bagi pelajar yang telah memenuhi persyaratan untuk berkendara.
Kapolres mengingatkan agar siswa selalu menggunakan helm, melengkapi kendaraan sesuai ketentuan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai ketentuan, tidak kebut-kebutan serta tidak menggunakan telepon genggam ketika berkendara.
“Jalan raya bukan tempat untuk menunjukkan siapa yang paling berani. Yang jauh lebih penting adalah mempunyai kedewasaan dan tanggung jawab ketika berada di jalan,” ucap AKBP Jonathan David Harianthono.
Menurutnya, keselamatan berlalu lintas bukan hanya persoalan pengendara.
“Orang tua kalian menunggu kalian pulang ke rumah dengan selamat. Jangan pertaruhkan keselamatan kalian hanya untuk kesenangan beberapa menit,” imbuhnya.
Kalimat itu menjadi pengingat bahwa aksi sesaat di jalan raya dapat membawa konsekuensi besar.
Sebagai siswa SMK, para pelajar SMKN 1 Salatiga juga diingatkan bahwa masa sekolah akan menjadi jembatan menuju dunia kerja, dunia usaha maupun pendidikan lanjutan.
Karena itu, mereka tidak cukup hanya mengandalkan kepandaian.
Dunia kerja membutuhkan orang yang disiplin, jujur, bertanggung jawab, dapat dipercaya dan mampu bekerja sama.
“Keterampilan membuat kalian mampu bekerja. Tetapi karakterlah yang akan menentukan seberapa jauh kalian bisa maju,” ungkapnya.
Kapolres pun mengajak para siswa memanfaatkan masa pendidikan sebaik-baiknya.
Meningkatkan keterampilan, membangun kedisiplinan, menjaga pergaulan, menghormati guru dan membanggakan orang tua harus menjadi bagian dari proses mempersiapkan masa depan.
Polisi Ingin Jadi Sahabat Pelajar
Sebelum mengakhiri amanatnya, AKBP Jonathan menegaskan bahwa Polri tidak ingin dipandang hanya sebagai aparat yang hadir ketika terjadi pelanggaran atau gangguan keamanan.
Ia ingin para pelajar tidak ragu berkomunikasi dengan polisi ketika menghadapi persoalan.
“Polisi adalah sahabat kalian. Kalau kalian mempunyai persoalan, mengalami ancaman, melihat potensi gangguan keamanan, atau membutuhkan bantuan, jangan takut untuk berkomunikasi dengan kami,” pesan tegas AKBP Jonathan David Harianthono.
Ia berharap seluruh sekolah di Kota Salatiga dapat menjadi tempat yang aman untuk belajar, nyaman untuk berteman dan kondusif bagi siswa dalam mengejar cita-cita.
Di akhir amanatnya, AKBP Jonathan menitipkan pesan utama kepada para siswa.
Mereka diminta menghormati orang tua dan guru, menjauhi narkoba, tawuran dan kekerasan, tertib berlalu lintas, bijak menggunakan media sosial, serta berani memiliki cita-cita besar.
Semua itu harus dipersiapkan melalui belajar, keterampilan, karakter dan disiplin.
“Jaga diri kalian. Jaga teman kalian. Jaga sekolah kalian. Dan bersama-sama, mari kita jaga Kota Salatiga,” pesan AKBP Jonathan David Harianthono.
Piala dan Piagam Jadi Bukti, Prestasi Lebih Keren daripada Tawuran
Setelah upacara selesai, kegiatan berlanjut dengan momen yang tak kalah menarik.
Kapolres Salatiga berkenan menyerahkan piagam dan piala yang berhasil diraih para pelajar SMKN 1 Salatiga dari berbagai lomba dan kejuaraan.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa energi anak muda bisa diarahkan pada hal-hal positif.
Bukan tawuran yang membuat nama sekolah harum, melainkan karya, kemampuan dan prestasi.
Para pelajar yang berhasil meraih kejuaraan pun mendapatkan apresiasi atas usaha mereka mengharumkan nama SMKN 1 Salatiga.
Momen penyerahan piala dan piagam itu sekaligus menjadi penegasan bahwa menjadi hebat tidak harus membuat orang lain takut. Menjadi keren tidak harus melanggar aturan.
Kepala Sekolah Apresiasi Kehadiran Kapolres
Kepala Sekolah SMKN 1 Salatiga, Harti, S.Pd., M.Kom., menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Polres Salatiga karena Kapolres berkenan hadir langsung menjadi pembina upacara di sekolahnya.
Menurutnya, kehadiran Kapolres memberikan pengalaman sekaligus motivasi tersendiri bagi para siswa.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolres Salatiga yang telah hadir langsung menjadi pembina upacara sekaligus memberikan pesan dan motivasi kepada anak-anak kami. Apa yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan pelajar saat ini, terutama terkait kedisiplinan, keselamatan berlalu lintas, bahaya narkoba, tawuran, kekerasan serta bijak dalam menggunakan media sosial,” ungkap Harti, S.Pd., M.Kom.
Pada akhirnya, amanat Kapolres Salatiga bukan sekadar pesan yang selesai setelah upacara dibubarkan.
Ada satu pesan besar yang ingin ditanamkan: masa depan pelajar dibangun dari pilihan mereka hari ini.
Pelajar harus mampu menjadi generasi yang cerdas tanpa kehilangan karakter, berani tanpa kekerasan dan hebat tanpa harus merendahkan orang lain.
“Belajarlah membuat pilihan yang benar, teruslah berkarya dan raihlah cita-cita kalian setinggi-tingginya,” pungkas AKBP Jonathan David Harianthono. (*)












Tinggalkan Balasan