Laporan: Noviyanto

KENDAL | SUARAGLOBAL.COM – Fenomena kenakalan remaja yang berujung pada tawuran hingga aksi kelompok “kreak” menjadi perhatian serius jajaran Kepolisian Resor Kendal. Upaya pencegahan pun tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga dengan mendatangi lingkungan pendidikan untuk memberikan pembinaan secara langsung kepada para pelajar.

Pesan tersebut disampaikan Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy, S.I.K., M.Si., saat memimpin Apel Pembinaan Pelajar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kendal, Senin (31/8/2026) pagi.

Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polres Kendal itu mendapat sambutan hangat dari Kepala MAN Kendal H.M. Imam Mursid, S.Ag., S.Pd., M.Pd., bersama jajaran dewan guru dan seluruh siswa.

Namun apel tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial. Di hadapan para pelajar, Kapolres membawa pesan yang jauh lebih penting: bagaimana generasi muda Kendal mampu menjaga diri, tidak mudah terseret pergaulan negatif, serta tetap fokus mengejar pendidikan dan prestasi.

Dalam amanatnya, AKBP Ratna secara khusus menyoroti fenomena kelompok “kreak”, tawuran antarremaja, hingga penggunaan senjata tajam yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Menurutnya, masa remaja merupakan fase penting dalam menentukan arah masa depan. Karena itu, para pelajar diminta tidak menjadikan aksi kekerasan, tawuran, maupun keberanian membawa senjata sebagai cara untuk mencari pengakuan.

Kapolres juga mengingatkan bahwa perkembangan media sosial harus disikapi secara bijaksana. Beragam konten yang muncul di dunia maya tidak semuanya layak ditiru.

Para pelajar diminta tidak mudah terpancing konten yang seolah-olah membuat aksi tawuran atau kelompok “kreak” terlihat keren, berani, dan membanggakan.

Baca Juga:  Misteri Terkuak: 64 Potongan Tubuh Berserakan, Identitas Korban Mutilasi Pacet Terbongkar Berkat Telapak Tangan

“Jangan mencari jati diri atau ingin terlihat keren dengan melakukan kegiatan yang tidak baik. Itu hanya akan merusak masa depan kalian,” tegas AKBP Ratna.

Pesan itu menjadi salah satu poin penting dalam pembinaan tersebut. Sebab, ketika seorang pelajar sudah terjebak dalam lingkungan pergaulan yang salah, dampaknya bukan hanya berhadapan dengan sekolah dan orang tua, tetapi juga dapat berujung pada persoalan hukum.

Perhatian Kapolres semakin mengarah pada persoalan kepemilikan senjata tajam.

Ia menegaskan bahwa membawa maupun menyimpan senjata tajam tanpa hak bukanlah tindakan yang bisa dianggap sepele. Terlebih jika benda tersebut dibawa untuk tujuan menghadapi kelompok lain atau digunakan dalam aksi kekerasan.

Karena itu, Kapolres meminta para pelajar yang masih menyimpan atau memiliki senjata tajam yang tidak semestinya agar segera menyerahkannya dan tidak lagi membawanya.

“Bagi siapapun yang saat ini masih memiliki atau menyimpan senjata tajam yang tidak semestinya, segera serahkan! Jangan pernah mencoba membawa, apalagi menggunakannya. Kalian akan berhadapan langsung dengan proses hukum,” tegasnya.

Peringatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tindakan yang awalnya mungkin dianggap sebagai bagian dari pergaulan atau sekadar ikut-ikutan dapat berkembang menjadi persoalan serius.

Kapolres ingin para siswa memahami bahwa keberanian bukan ditunjukkan dengan membawa senjata atau terlibat tawuran. Justru, keberanian seorang pelajar dapat diwujudkan dengan berani mengatakan tidak terhadap ajakan negatif.

Baca Juga:  Kapolda Jatim Resmi Kerahkan Satgas Premanisme 2025: Tindak Tegas Gangster, Pungli, dan Kekerasan Jalanan Jelang Nataru

Meski menyampaikan peringatan secara tegas, AKBP Ratna tetap menggunakan pendekatan humanis kepada para siswa.

Ia menegaskan bahwa keberadaan Polisi bukan untuk menciptakan ketakutan di kalangan pelajar. Sebaliknya, Polri ingin menjadi sahabat dan mitra para siswa dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.

Para pelajar pun diajak tidak ragu berkomunikasi dengan kepolisian apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan maupun mengarah pada kenakalan remaja.

Menurut Kapolres, sinergi dengan generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas di wilayah Kabupaten Kendal.

Pesan tersebut sekaligus menempatkan pelajar bukan hanya sebagai pihak yang harus dibina, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Kendal juga memberikan sejumlah pesan lain yang tidak kalah penting.

Para siswa diingatkan untuk selalu tertib dalam berlalu lintas. Keselamatan saat berada di jalan harus menjadi prioritas, mengingat pelajar merupakan salah satu kelompok yang aktif menggunakan kendaraan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Selain itu, AKBP Ratna meminta para pelajar menjauhi narkoba dan minuman keras. Kedua hal tersebut dinilai dapat memberikan dampak buruk terhadap masa depan generasi muda dan membuka pintu terhadap berbagai persoalan sosial lainnya.

Tidak kalah penting, pelajar juga diajak bijak menggunakan media sosial.

Dunia digital seharusnya dimanfaatkan untuk memperoleh informasi positif, memperluas wawasan, mengembangkan kreativitas, serta menunjang proses belajar. Bukan menjadi ruang untuk menyebarkan provokasi, mengikuti tren negatif, atau mengajak orang lain melakukan tindakan yang melanggar hukum.

Baca Juga:  Penghujung Pekan, Halmahera Diguncang Gempa 7,2 SR

Di hadapan keluarga besar MAN Kendal, Kapolres berharap para siswa mampu memanfaatkan masa sekolah sebaik mungkin.

Pendidikan, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, harus menjadi jalan utama bagi pelajar untuk membangun masa depan.

Para siswa didorong menjadi generasi yang berpendidikan, berkarakter, berprestasi, sekaligus memiliki rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Sebab, masa depan seorang pelajar masih terbuka lebar. Kesalahan dalam mengambil keputusan pada masa sekarang jangan sampai justru menutup kesempatan untuk meraih cita-cita di kemudian hari.

Apel pembinaan tersebut turut dihadiri Kasat Binmas AKP Agus Supriyadi, Kasubbag Binkar AKP Setyo Dwi Utomo, dan Kapolsek Kendal Iptu Sanhaji.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, khidmat, dan kondusif.

Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas komitmen Polres Kendal dalam melakukan pencegahan kenakalan remaja melalui pendekatan edukatif dan persuasif.

Sinergi antara kepolisian dan institusi pendidikan diharapkan semakin kuat. Dengan komunikasi yang terbangun sejak dini, sekolah, orang tua, polisi, dan para pelajar dapat bersama-sama membentengi generasi muda dari pengaruh lingkungan negatif.

Pesannya sederhana namun tegas: masa depan tidak perlu dipertaruhkan demi gengsi sesaat. Fokus belajar, raih prestasi, jaga pergaulan, dan jangan beri ruang bagi “kreak”, tawuran, narkoba, miras maupun senjata tajam untuk merusak masa depan generasi muda Kendal. (*)