Laporan: Wahyu Widodo

SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Pengawasan terhadap lingkungan pemasyarakatan di Jawa Tengah kembali diperketat. Tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Semarang secara bertahap digelar razia dan penggeledahan blok hunian sebagai langkah memperkuat keamanan sekaligus mendeteksi lebih dini potensi gangguan ketertiban.

Kegiatan tersebut dilakukan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah dengan melibatkan unsur TNI, Polri, serta Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah.

Penggeledahan dilaksanakan di tiga lokasi berbeda. Razia pertama berlangsung di Lapas Semarang pada Selasa (16/9), kemudian dilanjutkan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Semarang pada Rabu (17/9), dan terakhir di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Semarang pada Selasa (22/9).

Baca Juga:  Polsek Burneh telah mengidentifikasi Pelaku Perusakan kaca jendela rumah dan pelemparan tinja yaitu merupakan Suami Korban sendiri

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya preventif untuk memastikan kondisi blok hunian tetap aman dan terkendali. Petugas menyisir area hunian untuk mencegah adanya barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan maupun ketertiban di dalam lingkungan pemasyarakatan.

Hasilnya cukup melegakan. Dari penggeledahan yang dilakukan di ketiga UPT tersebut, petugas tidak menemukan telepon seluler maupun narkotika.

Bukan hanya kamar dan blok hunian yang menjadi perhatian. Pemeriksaan juga diperkuat dengan pelaksanaan tes urine terhadap pegawai dan warga binaan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta tes urine dinyatakan negatif narkotika.

Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah, Mardi Santoso, menegaskan bahwa pengawasan terhadap lingkungan pemasyarakatan tidak boleh dilakukan secara sporadis. Menurutnya, konsistensi menjadi salah satu kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Baca Juga:  Terima Penghadapan Taruna Poltekip 55, Pimti Kemenkumham Jateng Tekankan Integritas

“Pengawasan dan penggeledahan akan terus kami perkuat sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini. Saya tegaskan kepada seluruh jajaran untuk tidak lengah, tetap berintegritas, dan memastikan setiap UPT Pemasyarakatan berada dalam kondisi aman dan tertib,” tegas Mardi.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap dukungan dan sinergi yang diberikan TNI, Polri, serta BNNP Jawa Tengah selama pelaksanaan kegiatan.

Menurut Mardi, kolaborasi lintas instansi memiliki peran penting dalam memperkuat sistem pengawasan. Dengan keterlibatan berbagai unsur, pengamanan di lingkungan pemasyarakatan dapat dilakukan secara lebih komprehensif sekaligus memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan.

Razia dan penggeledahan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah dalam menjaga agar seluruh UPT Pemasyarakatan tetap berada dalam situasi aman, tertib dan kondusif.

Baca Juga:  Koin Jagat Sebabkan Kerusakan Fasilitas Umum, Pemkot Surabaya Siap Blokir Aplikasi

Tidak ditemukannya telepon seluler maupun narkotika serta hasil tes urine yang seluruhnya negatif menjadi salah satu indikator bahwa upaya pengawasan dan pencegahan terus berjalan.

Meski demikian, pengawasan tidak berhenti pada satu kegiatan. Pemeriksaan secara berkala akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar potensi gangguan keamanan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Dengan pengawasan yang konsisten serta dukungan lintas instansi, Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah berupaya membangun lingkungan pemasyarakatan yang semakin solid dari sisi keamanan dan ketertiban, sekaligus mendukung pelaksanaan tugas pembinaan warga binaan secara aman dan kondusif. (*)