Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Potong tumpeng menjadi penanda rasa syukur jajaran Satlantas Polres Salatiga dalam tasyakuran Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 di Kantor Satlantas Polres Salatiga, Rabu (23/9/2026) malam. Namun di balik suasana hangat dan penuh keakraban itu, terselip pesan tegas: urusan knalpot brong belum selesai.

Jajaran Satlantas Polres Salatiga memastikan patroli dan operasi terhadap kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai standar akan terus dilakukan. Bahkan, pengawasan bakal lebih intensif pada malam akhir pekan, ketika aktivitas kendaraan di jalan raya masih berlangsung hingga larut malam.

Kasatlantas Polres Salatiga AKP Henry Sulistyana DS mengatakan, pihaknya tidak akan bosan melakukan penertiban terhadap kendaraan yang menggunakan knalpot tidak standar.

Menurut Henry, operasi knalpot brong telah menjadi bagian dari kegiatan rutin jajaran Satlantas. Tak hanya dilakukan pada jam-jam tertentu, petugas juga turun ke jalan hingga larut malam.

“Kami terus melakukan operasi knalpot brong. Bahkan setiap Jumat malam dan Sabtu malam nyaris operasi sampai menjelang pagi,” kata Henry.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa penertiban knalpot brong tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau operasi tertentu saja. Petugas tetap melakukan patroli untuk menemukan kendaraan yang dinilai menggunakan knalpot tidak sesuai standar.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Tegaskan Kesiapsiagaan Bencana, Wapres Gibran Apresiasi Peran Baznas di Apel Nasional Semarang

Terlebih pada Jumat dan Sabtu malam, kegiatan operasi dapat berlangsung hingga menjelang pagi. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi lalu lintas sekaligus kenyamanan masyarakat di wilayah Kota Salatiga.

Tak Hanya Menindak, Pengendara Juga Diedukasi

Dalam pelaksanaannya, penindakan terhadap pengendara bukan satu-satunya pendekatan yang dilakukan Satlantas.

Henry mengatakan, petugas juga memberikan edukasi kepada para pengguna kendaraan. Pengendara diingatkan agar mematuhi aturan lalu lintas serta menggunakan perlengkapan kendaraan yang sesuai dengan standar.

Edukasi tersebut dinilai penting agar masyarakat memahami bahwa penggunaan knalpot tidak standar bukan sekadar persoalan tampilan kendaraan. Suara bising yang ditimbulkan juga dapat mengganggu kenyamanan warga, terutama ketika kendaraan melintas pada malam hingga dini hari.

Menurut Henry, persoalan knalpot brong selama ini berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sekaligus kondisi lingkungan masyarakat yang berada di sekitar jalan.

Karena itu, upaya mengurangi penggunaan knalpot brong membutuhkan dukungan bersama. Polisi tidak dapat bekerja sendiri tanpa adanya kesadaran dari para pengguna kendaraan dan dukungan masyarakat.

Baca Juga:  Wujudkan Generasi Sehat, Kapolres Salatiga Lakukan Ground Breaking Pembangunan SPPG Polres Salatiga

Henry pun berharap insan media ikut membantu menyampaikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menggunakan kendaraan sesuai ketentuan.

“Mohon dukungannya kepada media,” ujar Henry.

Pesan tersebut disampaikan dalam suasana tasyakuran Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 yang mempertemukan jajaran Satlantas dengan para wartawan yang selama ini turut mengikuti kegiatan kepolisian di Kota Salatiga.

PWI Salatiga Beri Apresiasi

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Salatiga, H Surya Yuli P, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja jajaran Satlantas Polres Salatiga.

Menurut Surya, masyarakat memiliki harapan terhadap polisi lalu lintas untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di jalan raya. Berbagai persoalan lalu lintas membutuhkan kehadiran petugas sekaligus pendekatan yang mampu membangun kesadaran masyarakat.

Ia berharap seluruh anggota Satlantas Polres Salatiga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan semangat dalam menjalankan tugas.

“Semoga anggota Satlantas Polres Salatiga tetap semangat dan kuat serta sehat dalam menjalankan tugas serta dicintai masyarakat. Selamat ulang tahun Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71,” kata Surya.

Ucapan tersebut menjadi bagian dari suasana kekeluargaan dalam tasyakuran. Perayaan Hari Lalu Lintas Bhayangkara tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan tugas kepolisian lalu lintas, tetapi juga menjadi kesempatan mempererat komunikasi antara polisi dengan masyarakat serta insan pers.

Baca Juga:  Praktik Gelap Solar Subsidi di Salatiga Terkuak, Diduga BBM Subsidi Disalahgunakan untuk Operasional Sumur Bor, Jaringan Pemasok Masih Diburu Polisi 

Ditutup Lagu “Kekasih Bayangan”

Setelah rangkaian tasyakuran berlangsung, suasana kemudian berubah semakin santai. Momen perayaan ditutup dengan hiburan yang diberikan Ketua PWI Salatiga H Surya Yuli P.

Surya memberikan kado berupa sebuah lagu “Kekasih Bayangan” sebagai bagian dari perayaan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71.

Suasana hangat dan penuh keakraban pun semakin terasa. Jajaran Satlantas Polres Salatiga bersama wartawan yang hadir menikmati momen tersebut setelah sebelumnya membicarakan berbagai persoalan lalu lintas di Kota Salatiga.

Tasyakuran tersebut dihadiri jajaran Satlantas Polres Salatiga serta wartawan yang bertugas di wilayah Kota Salatiga.

Di balik perayaan sederhana itu, pesan soal knalpot brong menjadi salah satu perhatian utama. Satlantas Polres Salatiga memastikan patroli dan operasi tetap berjalan, bahkan pada Jumat dan Sabtu malam bisa berlangsung hingga menjelang pagi.

Bagi masyarakat, langkah tersebut diharapkan dapat ikut menjaga suasana Kota Salatiga tetap nyaman, khususnya dari gangguan suara bising kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai standar. (*)