Laporan: Wahyu Widodo

BOYOLALI | SUARAGLOBAL.COM – Detik-detik menegangkan terjadi di Dukuh Gentansari RT 02/RW 01, Desa Gladagsari, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, Kamis (24/9/2026) pagi. Seorang warga berinisial WS (53) tercebur ke dalam sumur sedalam kurang lebih 15 meter saat hendak memperbaiki kabel pompa air.

Beruntung, insiden tersebut tidak berujung fatal. Berkat kesigapan warga, personel Polsek Ampel, serta tim evakuasi Pemadam Kebakaran Kabupaten Boyolali, korban berhasil diangkat dari dalam sumur dalam kondisi selamat.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.45 WIB. Saat kejadian, WS yang merupakan warga Kecamatan Ampel tengah berada di sekitar bibir sumur untuk memperbaiki kabel pompa air.

Namun, diduga kurang berhati-hati, korban tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke dalam sumur. Sumur tersebut memiliki diameter sekitar 80 sentimeter dengan kedalaman kurang lebih 15 meter dan terdapat air dengan ketinggian sekitar dua meter di bagian dasar.

Baca Juga:  Disiplin Sejak Dini: Babinsa Koramil 13/Nogosari Latih PBB dan Wawasan Kebangsaan di MI Muhammadiyah Tegalgiri

Situasi menjadi mencekam karena korban berada jauh di dasar sumur. Meski demikian, kondisi korban ternyata masih sadar. WS bahkan masih mampu berteriak meminta pertolongan.

Teriakan tersebut kemudian terdengar oleh ibunya, Sriati. Menyadari anaknya mengalami musibah, Sriati segera meminta bantuan warga di sekitar lokasi.

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Ampel. Mendapat informasi itu, personel Polsek Ampel langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan keselamatan korban sekaligus melakukan penanganan awal.

Karena kondisi sumur cukup dalam dan sempit, proses evakuasi tidak bisa dilakukan sembarangan. Polisi kemudian berkoordinasi dengan tim evakuasi Pemadam Kebakaran Kabupaten Boyolali untuk melakukan proses penyelamatan secara aman dan terukur.

Petugas melakukan evakuasi dengan mempertimbangkan kondisi korban, kedalaman sumur, serta keselamatan personel yang turun melakukan penyelamatan. Proses tersebut berlangsung hingga akhirnya sekitar pukul 07.00 WIB, WS berhasil dikeluarkan dari dalam sumur.

Baca Juga:  Misteri Tabrak Lari di Salatiga Terkuak: Pelaku Tertangkap di Bengkel Cat Mobil Tengaran

Korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Ampel untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Dari hasil pemeriksaan, WS diketahui mengalami luka lecet pada bagian lutut kanan. Setelah menjalani observasi dan mendapatkan penanganan medis, kondisi korban dinyatakan baik. Korban kemudian diperbolehkan pulang.

Kapolsek Ampel Iptu Edhy Nugroho, S.H., M.H., membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas di sekitar sumur, terlebih saat melakukan perbaikan pompa air maupun instalasi lainnya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan saat bekerja di sekitar sumur. Pastikan kondisi aman dan apabila terjadi keadaan darurat segera meminta pertolongan serta menghubungi pihak berwenang,” ujar Iptu Edhy.

Menurutnya, kesigapan warga dalam merespons kejadian juga menjadi bagian penting dalam proses penyelamatan. Warga yang mendengar teriakan korban segera meminta bantuan dan melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.

Baca Juga:  Satlantas Polrestabes Medan Beri Edukasi Tentang Tata Tertib Berlalu Lintas Pada Anak Didik Usia Dini

Polsek Ampel pun mengapresiasi respons cepat warga sehingga petugas dapat segera datang ke lokasi dan melakukan koordinasi dengan tim evakuasi Pemadam Kebakaran Kabupaten Boyolali.

Dengan kerja sama tersebut, proses evakuasi dapat dilakukan tanpa menimbulkan korban tambahan. WS akhirnya berhasil diselamatkan dari sumur sedalam sekitar 15 meter dan mendapatkan pemeriksaan medis.

Selama proses evakuasi berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan ketika bekerja di sekitar sumur. Kondisi bibir sumur yang licin, ruang yang sempit, serta kedalaman yang ekstrem dapat menjadi ancaman serius apabila aktivitas dilakukan tanpa perlindungan dan kewaspadaan yang memadai. (*)