Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Kabar soal pasokan beras menjadi perhatian serius di tengah kebutuhan pangan masyarakat. Untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan sekaligus mengantisipasi gejolak harga, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur turun langsung memantau kondisi perberasan di sejumlah pasar.

Pemantauan dilakukan bersama instansi terkait di tiga pasar tradisional, yakni Pasar Pucang Anom dan Pasar Genteng di Surabaya serta Pasar Larangan di Sidoarjo, Senin (5/10/2026).

Bukan sekadar melihat tumpukan karung beras di lapak pedagang, petugas memeriksa sejumlah indikator penting, mulai dari ketersediaan stok, kelancaran distribusi hingga perkembangan harga di tingkat konsumen.

Hasilnya, pasokan beras di tiga pasar tersebut masih tergolong aman. Tidak ditemukan adanya kelangkaan yang berpotensi mengganggu kebutuhan masyarakat.

Namun, ada catatan yang menjadi perhatian aparat. Sejumlah jenis beras premium terpantau dijual dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku.

Baca Juga:  Rutan Salatiga Gelar Razia, Komitmen Berantas Narkoba dan Barang Terlarang

Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol. Dodi Ruyatman, S.I.K., S.H., M.M., M.H., mengatakan kondisi stok secara umum masih mencukupi.

“Dari hasil pemantauan di lapangan, pasokan beras masih mencukupi dan tidak ditemukan kelangkaan. Namun, terdapat beberapa jenis beras premium yang harganya terpantau berada di atas HET yang berlaku,” ujar Kombes Pol. Dodi.

Harga Beras Premium Mulai Tembus di Atas HET

Kombes Pol. Dodi menjelaskan, HET beras yang berlaku berada pada angka Rp14.900 per kilogram.

Dari hasil pemantauan di lapangan, harga beras memang menunjukkan variasi di setiap pasar. Perbedaan tersebut terlihat baik pada beras premium maupun beras medium dan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Di Pasar Pucang Anom Surabaya, misalnya, beras premium kemasan 5 kilogram terpantau dijual pada kisaran Rp74.500 hingga Rp84.000.

Sementara beras program SPHP untuk kemasan 5 kilogram berada pada kisaran Rp58.000 hingga Rp60.000.

Beranjak ke Pasar Genteng Surabaya, harga beras premium kemasan 5 kilogram tercatat lebih tinggi, yakni berkisar Rp74.500 hingga Rp85.000.

Baca Juga:  Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim Serukan Warga Jadi Pengawal Demokrasi dan Kebijakan Publik

Untuk beras medium eceran, pedagang menjualnya pada kisaran Rp14.500 hingga Rp15.000 per kilogram. Sedangkan beras SPHP kemasan 5 kilogram berada di angka sekitar Rp60.000.

Kondisi sedikit berbeda terlihat di Pasar Larangan Sidoarjo.

Beras medium terpantau berada di kisaran Rp13.500 per kilogram, sedangkan beras premium dijual dengan harga sekitar Rp14.500 hingga Rp15.500 per kilogram.

Data tersebut menunjukkan bahwa meski stok masih tersedia, pergerakan harga tetap menjadi perhatian. Terutama untuk komoditas premium yang pada sejumlah titik telah berada di atas HET.

Polisi Tak Ingin Harga Bergerak Liar

Polda Jatim memastikan pemantauan tidak berhenti pada kegiatan pengecekan di lapangan. Perkembangan stok, distribusi dan harga akan terus dipantau secara berkala bersama instansi terkait.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan distribusi maupun permainan harga yang pada akhirnya dapat membebani masyarakat.

Baca Juga:  Remaja Disabilitas di Panti Asuhan Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Berulang, Polisi Amankan Pemuda 22 Tahun

Kombes Pol. Dodi menegaskan koordinasi lintas instansi akan terus dilakukan guna menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang dan keterjangkauan harga.

“Kami bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap pasokan, distribusi, dan perkembangan harga beras. Tujuannya agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan distribusi berjalan dengan baik,” tegasnya.

Menurutnya, pengawasan di lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan rantai pasok pangan tetap berjalan normal.

Sebab, ketika distribusi tersendat atau harga bergerak tidak terkendali, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat sebagai konsumen.

Karena itu, Polda Jawa Timur juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam rantai distribusi beras agar ikut menjaga kelancaran pasokan dan menjalankan aktivitas perdagangan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan pemantauan rutin tersebut, aparat berharap kebutuhan beras masyarakat Jawa Timur tetap aman, stok tersedia, distribusi lancar, dan gejolak harga dapat ditekan sejak dini. (*)