Warung Nasi Kucing di Blotongan Salatiga Ludes Terbakar, Ini Penyebabnya

Laporan: Wahyu Widodo
SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Pagi yang seharusnya menjadi awal aktivitas warga mendadak diwarnai insiden kebakaran. Sebuah warung nasi kucing di Jalan Fatmawati, RT 02 RW 04, Ngampel, Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, dilalap api pada Senin (19/10/2026) pagi. Bara arang yang diduga masih menyala setelah ditinggalkan menjadi salah satu pemicu kebakaran tersebut.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi pemilik usaha kuliner yang menggunakan arang untuk memasak. Bara yang terlihat kecil dan dianggap sudah aman ternyata masih berpotensi memicu kebakaran apabila belum benar-benar padam dan bersentuhan dengan material yang mudah terbakar.
Kebakaran yang menimpa warung nasi kucing milik Hutabarat itu dilaporkan kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Salatiga sekitar pukul 05.05 WIB. Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api merembet ke bangunan atau objek lain di sekitarnya.
Damkar Bergerak Cepat, Enam Menit Tiba di Lokasi
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kota Salatiga, Ponco Margono Hasan, menjelaskan bahwa laporan kebakaran diterima melalui sambungan telepon ke Markas Komando (Mako) Damkar setelah pelapor mengetahui adanya peristiwa tersebut.
Menindaklanjuti laporan itu, petugas piket Regu 1 Damkar Kota Salatiga langsung bersiap dan meluncur menuju lokasi pada pukul 05.07 WIB dengan mengerahkan satu armada pemadam kebakaran.
Dengan jarak tempuh sekitar 4,9 kilometer, petugas akhirnya tiba di lokasi pada pukul 05.13 WIB. Tanpa membuang waktu, personel langsung melakukan penanganan untuk mengendalikan kobaran api yang membakar warung nasi kucing tersebut.
Kecepatan petugas dalam merespons laporan menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran, terutama untuk membatasi penyebaran api agar tidak menjalar ke bangunan maupun benda-benda lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Bara Arang Diduga Jadi Pemicu Kebakaran
Berdasarkan hasil penanganan di lokasi, kebakaran diduga dipicu bara arang yang ditinggalkan dalam kondisi belum benar-benar padam.
Bara arang yang masih menyimpan panas dapat kembali memicu api ketika bersentuhan dengan bahan mudah terbakar. Kondisi tersebut patut diwaspadai, khususnya di warung makan yang menggunakan arang sebagai sumber panas untuk memasak.
Meski dugaan awal mengarah pada bara arang, penyebab tersebut tetap perlu dipahami sebagai dugaan berdasarkan penanganan di lokasi, bukan kepastian mengenai seluruh rangkaian awal terjadinya kebakaran.
Petugas Damkar Kota Salatiga segera melakukan pemadaman dan melokalisasi api. Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan kobaran sekaligus mengantisipasi kemungkinan api menjalar ke lingkungan sekitar.
Dalam proses penanganan, Damkar juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Salatiga guna mendukung penanganan kejadian.
Tidak Ada Korban Jiwa, Kerugian Belum Diketahui
Dalam insiden kebakaran tersebut, Ponco memastikan tidak ada korban jiwa. Meski demikian, kebakaran yang menimpa warung nasi kucing milik Hutabarat tetap menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan kerugian material.
Hingga penanganan selesai, nilai kerugian akibat kebakaran tersebut belum diketahui. Tidak ada angka kerugian yang dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.
Setelah api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman, petugas mengakhiri penanganan di lokasi. Armada Damkar kemudian kembali ke markas sekitar pukul 06.05 WIB.
Setibanya dalam rangkaian pemulihan operasional, armada melakukan pengisian ulang air di groundtank Lapangan Pancasila agar siap digunakan kembali apabila sewaktu-waktu menerima laporan keadaan darurat.
Pemilik Warung Diminta Pastikan Bara Benar-Benar Padam
Ponco mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menggunakan sumber panas dalam aktivitas sehari-hari, terutama bagi pemilik warung makan yang mengandalkan arang untuk memasak.
Menurutnya, bara arang tidak boleh ditinggalkan begitu saja sebelum dipastikan benar-benar padam. Sisa bara yang masih menyala dapat menjadi sumber bahaya apabila berada dekat benda atau material yang mudah terbakar.
Pemilik warung disarankan memeriksa kembali tempat pembakaran setelah selesai memasak, memastikan tidak ada bara tersisa, serta menjauhkan sumber panas dari bahan yang mudah terbakar.
Kewaspadaan sederhana tersebut menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran serupa terulang. Sebab, api dapat muncul dari sumber panas yang tampak sepele ketika kondisi di sekitarnya memungkinkan bara kembali menyulut material yang mudah terbakar.
Peristiwa di Blotongan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan kebakaran harus dimulai dari kebiasaan kecil. Memastikan bara arang benar-benar padam sebelum meninggalkan warung bisa menjadi langkah sederhana untuk melindungi tempat usaha, lingkungan sekitar, dan keselamatan masyarakat. (*)












Tinggalkan Balasan