Laporan: Wahyu Widodo

BANJARNEGARA | SUARAGLOBAL.COM – Menjadi haji mabrur bukan sekadar predikat yang disandang setelah menunaikan ibadah di Tanah Suci. Lebih dari itu, kemabruran harus dibuktikan melalui perubahan perilaku, peningkatan kualitas akhlak, kepedulian terhadap sesama, hingga kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pesan penuh makna tersebut disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PW IPHI) Jawa Tengah, Dr. H. Muh Haris, M.Si., saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Banjarnegara Tahun 2026, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung IPHI Kabupaten Banjarnegara itu menjadi momentum penting bagi keluarga besar IPHI untuk memperkuat persaudaraan, melakukan konsolidasi organisasi, sekaligus menentukan arah kepemimpinan dan program kerja ke depan.

Di hadapan peserta Musda, Muh Haris menegaskan bahwa predikat haji mabrur tidak boleh berhenti sebagai kebanggaan pribadi setelah seseorang menyelesaikan rangkaian ibadah haji. Sebaliknya, kemabruran harus terus dirawat dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sepanjang hayat.

Menurutnya, seseorang yang telah menunaikan ibadah haji semestinya mampu menunjukkan perubahan positif, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dalam kehidupan sosial bersama masyarakat.

“Menjadi haji mabrur bukanlah akhir dari sebuah perjalanan ibadah, melainkan awal dari komitmen untuk terus menebarkan kebaikan. Kemabruran itu harus dijaga sepanjang hayat, tercermin dalam akhlak yang semakin baik, kepedulian terhadap sesama, serta kesediaan untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesan Muh Haris.

Baca Juga:  Kepala BBPMP Jawa Tengah: Tingkatkan Layanan Pendidikan untuk Siapkan Generasi Emas Indonesia 2045

IPHI Harus Hadir, Bukan Sekadar Organisasi Silaturahmi

Lebih jauh, Muh Haris menyoroti pentingnya peran strategis IPHI sebagai organisasi yang menghimpun para alumni jemaah haji. Menurutnya, IPHI memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan sosial yang mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan umat, masyarakat, bahkan pembangunan bangsa.

Ia mengingatkan bahwa keberadaan IPHI jangan sampai hanya menjadi tempat berkumpul dan menjalin komunikasi antarsesama alumni haji. Organisasi tersebut harus mampu menghadirkan kegiatan yang memiliki nilai manfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Melalui semangat persaudaraan dan pengalaman spiritual yang dimiliki para anggotanya, IPHI diharapkan mampu menjadi motor penggerak berbagai kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat.

Muh Haris juga mengajak seluruh keluarga besar IPHI untuk terus memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjaga kebersamaan, dan membangun kepedulian sosial sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai ibadah haji.

Baginya, keberhasilan seorang haji tidak hanya tercermin dari kesalehan pribadi, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.

Musda VI Jadi Penentu Arah Organisasi

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PW IPHI Jawa Tengah itu juga memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan Musda VI IPHI Kabupaten Banjarnegara Tahun 2026.

Ia berharap seluruh tahapan musyawarah dapat berlangsung lancar, demokratis, serta mengedepankan semangat persaudaraan. Musda bukan semata-mata agenda pergantian kepemimpinan, melainkan forum penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan ke depan.

Baca Juga:  Aksi Curanmor Tengah Malam Terbongkar di Salatiga! Terduga Pelaku Tak Berkutik di Gang Buntu, Akhirnya Berurusan Dengan Polisi

Muh Haris berharap kepemimpinan yang terpilih nantinya mampu membawa IPHI Kabupaten Banjarnegara semakin berkembang, solid, dan memiliki program kerja yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya sosok pemimpin yang amanah, mampu merangkul seluruh anggota, serta memiliki komitmen untuk melanjutkan perjuangan organisasi.

“Semoga Musda VI ini berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi. Mudah-mudahan terpilih ketua yang amanah, mampu merangkul seluruh keluarga besar IPHI, serta memiliki semangat untuk melanjutkan perjuangan dan meningkatkan pelayanan kepada umat,” tambahnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memimpin, tetapi juga oleh kemampuan seluruh anggotanya untuk menjaga kebersamaan dan bekerja bersama demi tujuan yang lebih besar.

Ketua IPHI Banjarnegara Sampaikan Apresiasi

Sementara itu, Ketua IPHI Kabupaten Banjarnegara, H. Sutedjo Slamet Utomo, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ketua PW IPHI Jawa Tengah, Dr. H. Muh Haris, M.Si., beserta rombongan yang telah meluangkan waktu untuk hadir secara langsung dalam pelaksanaan Musda VI tersebut.

Menurutnya, kehadiran jajaran PW IPHI Jawa Tengah menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan terhadap perkembangan organisasi IPHI di tingkat kabupaten.

Dukungan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat seluruh pengurus dan anggota IPHI Banjarnegara dalam menjalankan roda organisasi serta melanjutkan estafet kepemimpinan.

Baca Juga:  Suara Aneh dari Atas Plafon Ternyata Seekor Biawak, Damkar Salatiga Lakukan Evakuasi

Musda VI juga diharapkan mampu menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang dapat memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan kualitas pelayanan organisasi, dan memperluas kontribusi IPHI dalam kehidupan sosial maupun keagamaan.

Dengan demikian, organisasi tidak hanya berkembang secara struktural, tetapi juga semakin terasa manfaatnya di tengah masyarakat.

Dari Kemabruran Menuju Pengabdian Sosial

Pelaksanaan Musda VI IPHI Kabupaten Banjarnegara Tahun 2026 menjadi momentum untuk kembali meneguhkan bahwa perjalanan ibadah haji membawa tanggung jawab moral yang tidak berhenti setelah jemaah kembali ke tanah air.

Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, persaudaraan, dan kepedulian yang ditempa selama menjalankan ibadah di Tanah Suci harus terus dipelihara dalam kehidupan bermasyarakat.

IPHI diharapkan mampu menjadi wadah yang menggerakkan nilai-nilai tersebut menjadi aksi nyata, mulai dari memperkuat kegiatan keagamaan, membantu masyarakat yang membutuhkan, hingga membangun kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitar.

Pesan yang mengemuka dalam Musda VI kali ini pun sangat jelas: kemabruran haji bukan hanya tentang bagaimana seseorang menjalankan ibadah di Tanah Suci, melainkan juga bagaimana ia menjaga perilaku dan memberikan manfaat setelah kembali ke tengah masyarakat.

Dari haji yang mabrur, lahir pribadi yang bermanfaat. Dari persaudaraan yang kuat, tumbuh organisasi yang membawa maslahat bagi umat, masyarakat, dan bangsa. (*)