Laporan: Noviyanto

KENDAL | SUARAGLOBAL.COM – Peristiwa yang menimpa seorang anak laki-laki berusia 11 tahun di kawasan Kompleks Rusun Brimob Batalyon A Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menyita perhatian. Korban berinisial MTAI mengalami luka pada bagian belakang ketiak sebelah kanan saat melintas di kawasan tersebut pada Senin malam (2/11/2026).

Hingga kini, penyebab pasti luka yang dialami korban masih menjadi tanda tanya. Polres Kendal bergerak melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi kejadian, melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan awal, serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan kondisi korban.

Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy menegaskan, kepolisian tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum seluruh bukti dan hasil pemeriksaan medis diperoleh.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, korban MTAI sedang melintas di sekitar Kompleks Rusun Brimob Batalyon A Kaliwungu.

Baca Juga:  Harmoni Budaya dan Syukur dalam Tradisi Gunungan Sedekah Bumi di Harjasda Sidoarjo ke-166

Namun, dalam perjalanan, korban tiba-tiba merasakan sakit pada bagian belakang ketiak sebelah kanan. Merasa ada sesuatu yang tidak beres, korban kemudian memeriksa bagian tubuhnya.

Betapa terkejutnya korban ketika mendapati adanya darah yang keluar dari bagian tubuh yang terasa sakit tersebut. Kondisi itu membuat korban segera mencari pertolongan kepada petugas yang sedang berjaga di sekitar kompleks.

Melihat kondisi anak tersebut, petugas langsung memberikan pertolongan awal. Keselamatan korban menjadi prioritas sehingga petugas segera membawanya ke Rumah Sakit Darul Istiqomah (RSDI) Kaliwungu untuk mendapatkan penanganan medis.

Setelah mendapatkan pemeriksaan awal di RSDI Kaliwungu, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Sultan Agung.

Rujukan tersebut dilakukan karena terdapat keterbatasan fasilitas medis yang dibutuhkan untuk memberikan penanganan lebih lanjut terhadap kondisi korban.

Sementara itu, pihak kepolisian terus melakukan koordinasi dengan rumah sakit guna memperoleh informasi mengenai perkembangan kondisi korban sekaligus mendalami karakteristik luka yang dialaminya.

Baca Juga:  Akibat Petasan Meledak, Satu Korban Dilarikan Ke Rumah Sakit

Polisi Turun ke Lokasi, Olah TKP dan Kumpulkan Keterangan

Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy menjelaskan bahwa jajarannya telah mengambil sejumlah langkah untuk mengungkap secara terang peristiwa yang menimpa anak berusia 11 tahun tersebut.

Langkah penyelidikan dilakukan dengan mendatangi lokasi kejadian, melaksanakan olah TKP, mengumpulkan keterangan awal, serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.

Kapolres menegaskan, penanganan terhadap korban menjadi prioritas utama sebelum kepolisian melangkah lebih jauh dalam proses pengungkapan perkara.

“Langkah pertama yang kami prioritaskan adalah memastikan korban mendapatkan pertolongan medis. Untuk proses penyelidikan, petugas juga sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan awal guna mengetahui secara pasti apa yang sebenarnya terjadi,” jelas AKBP Ratna.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kepolisian masih berupaya menyusun rangkaian kejadian berdasarkan fakta di lapangan. Sejumlah kemungkinan terkait penyebab luka belum dapat dipastikan dan masih membutuhkan pendalaman.

Baca Juga:  Dendam yang Membutakan: Remaja di Kroya Serang Teman Sendiri dengan Golok

Salah satu hal yang kini menjadi perhatian penyidik adalah hasil pemeriksaan medis, termasuk visum dokter. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui secara lebih jelas karakteristik luka yang dialami korban.

Selain itu, hasil pemeriksaan medis diharapkan dapat membantu penyidik dalam mencocokkan keterangan awal dengan kondisi fisik korban.

AKBP Ratna Quratul Ainy kembali menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan penyebab luka maupun benda yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.

“Untuk penyebab luka maupun dugaan benda yang berkaitan dengan kejadian tersebut, kami belum dapat menyimpulkan. Semuanya masih dalam proses pendalaman dan menunggu hasil pemeriksaan dokter,” tegasnya.

Polres Kendal memastikan penanganan perkara tersebut dilakukan secara cermat, profesional, dan berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan. (*)