Laporan: Yuanta

JAWA BARAT | SUARAGLOBAL.COM — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, didampingi Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy, Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, dan Penjabat Bupati Bogor Bachril Bakr, meninjau langsung simulasi mitigasi bencana di Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Ki Bagus Hadikusumo 2, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/12/24).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan kesiapsiagaan bencana, terutama bagi generasi muda. Para santri dan peserta pelatihan dibekali keterampilan praktis dalam menghadapi situasi darurat seperti gempa bumi dan kebakaran. Selain itu, mereka juga dikenalkan dengan berbagai strategi mitigasi risiko guna meminimalkan dampak dari bencana alam.

Baca Juga:  Kapolres Salatiga Tancap Gas di Mlayu Bareng Apoteker, Rakerda IAI Jateng 2026 Berlangsung Semarak

Wapres Gibran menyatakan bahwa program seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang kerap dihadapkan pada berbagai potensi bencana alam. \”Kesiapan adalah kunci. Generasi muda harus memiliki kemampuan bertindak cepat dan tepat dalam menghadapi bencana, karena mereka adalah garda depan keselamatan masyarakat,\” ungkapnya.

Simulasi ini tidak hanya melibatkan latihan teknis seperti evakuasi, tetapi juga pengenalan wilayah rawan bencana, penggunaan alat pemadam kebakaran, dan penanganan korban cedera. Pesantren MBS Ki Bagus Hadikusumo 2 dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena memiliki kurikulum yang menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial dan kebangsaan, yang dinilai sejalan dengan misi program ini.

Baca Juga:  Batasan Sound Horeg di Jatim, Lilik Hendarwati Minta Musyawarah Jadi Jalan Tengah antara Aturan dan Kreativitas

Komitmen Pemerintah Membangun Masyarakat Tangguh Bencana
Program simulasi ini merupakan salah satu langkah konkret untuk mendukung visi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan masyarakat tangguh bencana sebagai prioritas pembangunan nasional. Visi ini berfokus pada keberlanjutan, keamanan, dan kesejahteraan bangsa. (*)