Laporan: Andy S

PEKALONGAN | SUARAGLOBAL.COM – Suasana haru menyelimuti proses evakuasi korban longsor di Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (23/1/2025). Tim K-9 Polda Jawa Tengah menemukan jenazah seorang bayi berusia lima bulan, Abiyan, yang tertimbun longsor.

Jenazah Abiyan ditemukan dalam kondisi tertutup selendang, terhimpit di bawah springbed yang tersangkut pada pohon bambu dekat aliran air. Penemuan ini memicu tangis histeris pamannya, yang ikut membantu penggalian dan menyaksikan langsung momen memilukan tersebut.

Baca Juga:  PKS Solo Kukuhkan Pengurus Baru 2025–2030: Mantapkan Sinergi dan Pelayanan untuk Kota Surakarta

\”Paman korban menangis histeris saat Abiyan ditemukan. Jenazah langsung dibawa ke posko induk,\” ujar Agus Yusuf, anggota SAR Bumi Santri Pekalongan.

Ibu Abiyan turut menjadi korban jiwa dalam bencana ini. Sementara itu, keberadaan sang ayah masih belum diketahui. Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.

Baca Juga:  “Gerakan Ibu Hamil Sehat” di Sidoarjo, Strategi Tekan AKI, AKB, dan Stunting Menuju Generasi Emas

Hingga Kamis (23/1), korban meninggal dunia akibat longsor dan banjir bandang di Petungkriyono tercatat mencapai 21 orang, termasuk Abiyan. Lima orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Medan longsor yang sulit dijangkau menjadi tantangan besar bagi Tim SAR gabungan, termasuk relawan dan aparat setempat. Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Pekalongan juga meningkatkan risiko longsor susulan, mempersulit pencarian korban.

Baca Juga:  Danjen Akademi TNI Tinjau Satlat Macan dan Tandatangani Prasasti Latsitardanus XXXIX Tahun 2019

“Kami tetap berusaha maksimal meskipun situasi medan sulit. Doa kami panjatkan untuk keluarga korban dan semoga yang hilang segera ditemukan,” ujar salah satu anggota tim evakuasi.

Duka mendalam menyelimuti masyarakat Pekalongan atas tragedi ini. Bantuan logistik, termasuk makanan dan pakaian, terus disalurkan ke posko pengungsian. Para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal mengharapkan perhatian dan dukungan lebih lanjut dari pemerintah.

Baca Juga:  Banyak Anggota Polisi Polsek Sidomukti Polres Salatiga Cek Kesehatan, Ternyata Ini Maksudnya

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan sejak beberapa hari terakhir memicu tanah longsor di beberapa titik di Kecamatan Petungkriyono. Selain menyebabkan korban jiwa, bencana ini juga merusak puluhan rumah, lahan pertanian, dan infrastruktur vital lainnya.

Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah telah mengeluarkan peringatan dini dan memperingatkan warga di sekitar wilayah rawan untuk tetap waspada.

Baca Juga:  Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Deepfake Presiden Prabowo dan Pejabat Lainnya

Musibah ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan langkah-langkah antisipasi di kawasan rawan longsor. Kepala BPBD Jawa Tengah mengimbau masyarakat untuk terus mematuhi arahan petugas dan segera mengungsi jika situasi memburuk.

Dengan suasana duka yang masih menyelimuti, Pekalongan kini bersatu dalam doa dan upaya membantu para korban yang terdampak bencana alam ini. (*)