Laporan: Yuanta

JAKARTA | SUARAGLOBAL.COM – Dalam rangka mengantisipasi potensi bencana alam yang sering melanda Indonesia, Resimen Bantuan Tempur 1 Marinir (Menbanpur 1 Mar) menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam (PBA) pada Kamis (28/11/2024). Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Trisula Menbanpur 1 Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan.

Dipimpin langsung oleh Perwira Staf Operasi (Pasops) Menbanpur 1 Mar, Letkol Marinir Boston Raymond Sihotang, M.Tr.Opsla., apel ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesiapan operasional para prajurit dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang akan dikerahkan di wilayah rawan bencana, khususnya Pantai Indah Kiat, Cilegon, Banten.

Baca Juga:  IPHI Salatiga Perkuat Solidaritas dan Revitalisasi Kepengurusan di Tengah Tantangan Baru

Dalam amanatnya, Letkol Marinir Boston menegaskan pentingnya solidaritas dan sinergi antara aparat dan masyarakat untuk menghadapi situasi darurat. \”Bencana alam tidak dapat diprediksi, tetapi kesiapsiagaan adalah kunci untuk meminimalkan dampaknya. Hari ini, kita membuktikan komitmen kita untuk siap memberikan bantuan secara cepat, tanggap, dan terkoordinasi,\” ujarnya.

Pasops juga menekankan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya mencakup prajurit, tetapi juga kelengkapan logistik, peralatan, dan penguasaan prosedur tanggap darurat.

Baca Juga:  Muh Haris Siap Kawal Lintas Sektor: Indonesia di Ambang Sejarah, Saatnya Menjadi Menjadi Pemimpin Dunia Energi Panas Bumi 2029

Apel ini diisi dengan serangkaian simulasi penanggulangan bencana. Simulasi tersebut melibatkan latihan evakuasi korban, penyelamatan menggunakan alat berat, dan pemberian pertolongan pertama kepada korban bencana.

Selain itu, ditampilkan juga berbagai kendaraan operasional, seperti ambulans, perahu karet, dan peralatan komunikasi canggih yang disiapkan untuk mendukung operasi lapangan. Perlengkapan ini dirancang untuk memastikan kelancaran evakuasi, distribusi bantuan, dan komunikasi selama penanganan bencana.

Baca Juga:  Tersandung Kode Etik! Bripda Mesias Resmi Dipecat, Kapolda Maluku Tegas Tanpa Kompromi

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya terpadu pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat sistem mitigasi bencana. Melalui simulasi dan kesiapan operasional, diharapkan respons terhadap bencana dapat dilakukan secara efektif dan efisien, mengurangi risiko serta dampak yang mungkin terjadi.

Apel kesiapsiagaan ini juga menjadi momentum untuk membangun budaya tanggap darurat, mendorong kesadaran kolektif, dan memastikan setiap elemen masyarakat siap berkolaborasi saat bencana alam melanda.

Baca Juga:  Peduli Warga Terdampak Bencana, Polres Pasuruan Salurkan Bansos di Desa Cowe

Apel Penanggulangan Bencana Alam ini mencerminkan komitmen kuat TNI AL, khususnya Menbanpur 1 Marinir, dalam mendukung pemerintah untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk bencana alam. \”Dengan persiapan yang matang, kita bisa memastikan bantuan tiba lebih cepat dan masyarakat terdampak dapat segera terbantu,\” tutup Letkol Marinir Boston.

Melalui langkah strategis ini, TNI AL menunjukkan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan bangsa. (*)