Bendera Anime di Momen HUT RI, Lilik Hendarwati: Kreatif Itu Boleh, Asal Tak Geser Kehormatan Merah Putih

Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Fenomena penggunaan bendera bergambar karakter anime dalam peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia memantik beragam tanggapan publik. Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati, menilai ekspresi tersebut adalah bentuk kreativitas yang wajar di negara demokrasi, selama tetap menghormati aturan dan tidak menyalahi undang-undang.

Dalam program Gaspol Jatim di JTV, Rabu (13/8/2025), Lilik mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 mengatur secara tegas larangan merendahkan kehormatan bendera negara. Ia menekankan bahwa inovasi masyarakat, termasuk memadukan unsur seni dan budaya populer, tidak boleh sampai menggantikan atau menempatkan diri di atas bendera Merah Putih.

Baca Juga:  “Terima Kasih, Bapak Kasad!”: Prajurit Korem 073/Makutarama Terima Dukungan Kaporlap

“Ini bentuk kreativitas masyarakat. Sepanjang tidak melewati batas hukum dan tetap menghormati bendera Merah Putih, kita tidak perlu meresponsnya secara berlebihan,” tegasnya.

Menurut Lilik, masyarakat Indonesia pada umumnya memahami betul makna bendera Merah Putih yang diperjuangkan dengan darah dan pengorbanan para pahlawan. Karena itu, kreativitas yang hadir di momen kemerdekaan sebaiknya dipandang sebagai euforia positif selama simbol negara tetap berada di posisi terhormat.

Baca Juga:  Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Timur Raih Predikat 10 Besar dalam Digital Government Award SPBE Summit 2024

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana HUT RI sebagai momentum untuk mempererat persatuan dan kerukunan. Kreativitas warga, termasuk penggunaan tokoh populer dalam atribut perayaan, bisa menjadi bagian dari kegembiraan bersama tanpa mengurangi rasa hormat terhadap simbol negara.

Baca Juga:  Cek Mutu Hingga ke SPBU, Pertamina Pastikan Pertalite di Jatim Tetap Sesuai Standar dan Aman Digunakan

“Yang terpenting jangan sampai menggantikan bendera kita. Jadikan ini sebagai semangat perayaan, bukan provokasi,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!