Laporan: W Widodo

BOYOLALI | SUARAGLOBAL.COM – Dalam upaya pencegahan dan pengendalian Demam Berdarah di wilayah Desa Pentur, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Bhabinkamtibmas Polsek Simo, Aipda Ariyanto dan Aipda Warno, telah melaksanakan monitoring Promosi Kesehatan Keliling yang dilakukan oleh Puskesmas Simo pada hari Sabtu (23/03/2024) pagi.

Kerjasama yang sinergis antara Puskesmas Simo, Bhabin Polsek Simo, Babinsa Koramil Simo, dan Perangkat Desa Blagung menjadi kunci sukses dalam kegiatan Promosi Kesehatan Keliling. Menggunakan KBM (Kendaraan Bermotor) Penerangan Puskesmas Simo dan mobil Patroli Polsek Simo, mereka menyampaikan pentingnya kerjasama antarinstansi dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya pencegahan Demam Berdarah.

Baca Juga:  Taruna Akpol Turun ke Jalan! Edukasi Mudik Aman dan Kenalkan Layanan 110 di Daan Mogot

Dalam kegiatan tersebut, Aipda Ariyanto dan Aipda Warno mengedepankan pesan tentang konsep 3M plus dalam PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk), yaitu Menguras, Menutup, Mengubur, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, penular utama virus Demam Berdarah. Selain itu, mereka juga mengajak masyarakat untuk aktif dalam kegiatan kerja bakti untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga:  Peresmian Renovasi RTLH di Sukoharjo: Kodim 0726 dan BRI Wujudkan Harapan Warga Melalui Karya Bakti

Nakes Puskesmas Simo menyambut baik kegiatan Promosi Kesehatan Keliling ini, menyatakan harapannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan Demam Berdarah dan menjaga kebersihan lingkungan. Dukungan dari pihak kepolisian, TNI, dan pemerintah desa diapresiasi sebagai langkah bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari Demam Berdarah.

Baca Juga:  Antisipasi Kamtibmas Jelang Pemilu 2024, Polres Situbondo Intensifkan Patroli dan Penjagaan di Kantor KPU dan Bawaslu

Dengan kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan tindakan pencegahan Demam Berdarah dapat meningkat, sehingga dapat mengurangi angka kasus Demam Berdarah di wilayah Simo. (*)