Istimewa

Laporan: W Widodo

SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Sejumlah bhikkhu dari berbagai negara Asia telah memulai perjalanan thudong dari Bodh Gaya, India, dengan tujuan akhir menuju Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, dalam rangka menyambut peringatan Waisak 2568 BE/ tahun 2024. Ketua DPD Walubi Jawa Tengah, Tanto Harsono, menyatakan bahwa thudong dimulai sekitar dua pekan lalu dan dijadwalkan tiba di Candi Borobudur pada 20 Mei 2024 setelah melewati beberapa negara, termasuk Nepal dan Muara Jambi.

Baca Juga:  Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Sampang Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi 2025

Acara peringatan Waisak tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dengan kegiatan bakti sosial dan acara sosial lainnya yang dijadwalkan pada 18-19 Mei 2024. Namun, ada tambahan acara dari masing-masing aliran Buddha di dalam Borobudur, termasuk aliran Tibet, Thailand, dan lain-lain.

Rangkaian peringatan Waisak mencakup berbagai acara seperti Api Dharma di Mrapen, Grobogan, ritual penyakralan di Candi Mendut, dan prosesi kirab dari Candi Mendut ke Candi Borobudur pada tanggal 23 Mei 2024. Detik-detik Waisak dan lampion malam hari dijadwalkan pada pukul 21.00 WIB.

Baca Juga:  Dewan Pakar PKS Jateng: Garda Terdepan Siap Kawal Pilkada 2024 dengan Strategi Solid

Tema peringatan Waisak tahun ini adalah “Untuk Hidup Bahagia sebagai Makhluk dan Manusia, Marilah Kita Meningkatkan Kesadaran yang Diajarkan oleh Sang Buddha”, dengan sub-tema “Hindarilah Keserakahan Duniawi, Kebodohan, Kemarahan, dan Kebencian”.

Baca Juga:  Kapolres Madiun Launching Patroli SIKAT untuk Harkamtibmas di Bulan Suci Ramadhan

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, menambahkan bahwa acara peringatan Waisak di Candi Borobudur merupakan tradisi tahunan yang penting bagi umat Buddha di seluruh dunia. Selain aspek keagamaan, perayaan tersebut juga menjadi sarana untuk mengembangkan pariwisata dan sport tourism di sekitar kawasan Borobudur. (*)